[caption id="attachment_20817" align="alignnone" width="800"]

Anggota DPRD Sumut dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Leonard S Samosir. [foto: waspada][/caption]
kabargolkar.com, MEDAN -- Anggota DPRD Sumut dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Leonard S Samosir mendesak Poldasu mengusut tuntas sekaligus menangkap pelaku illegal logging di hutan kawasan Desa Sibongkaras, Kecamatan Silimapungga-pungga, Kabupaten Dairi, karena masyarakat sudah lama menunggu penuntasan kasus tersebut.
"Kita berharap kepada Poldasu agar pelaku illegal logging ini segera ditangkap dan dijebloskan ke penjara, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah meluluhlantakkan hutan Sibongkaras, sehingga daerah itu diterjang banjir bandang baru-baru ini," ujar Leonard Samosir kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Kamis (21/2).
Leonard menilai pengungkapan kasus illlegal logging ini terkesan lamban dan masih jalan di tempat, sehingga dibutuhkan gerak cepat aparat kepolisian guna menangkap pelakunya demi tegaknya supremasi hukum sekaligus membuat efek jera bagi pelaku perusak hutan di Dairi khususnya di Sumut umumnya.
"Perlu diketahui, akibat ulah oknum pelaku illegal logging ini Desa Sibongkaras baru-baru ini diterjang banjir bandang, sehingga kawasan itu porak-poranda, rumah penduduk dan ratusan hektare areal pertanian hancur-lebur," tegas anggota Fraksi Partai Golkar itu.
Berkaitan dengan itu, anggota komisi D ini sangat berharap kepada aparat kepolisian segera mengungkap kasus illegal logging tersebut secara tuntas dengan menangkap pelakunya, karena akibat ulah segelintir oknum mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya dengan membabati hasil-hasil hutan, rakyat Dairi yang menjadi korban.
Berdasarkan pengakuan Leonard, kawasan Desa Sibongkaras sebelum hasil hutannya dibabat kelompok pelaku illegal logging dikenal sebagai kawasan lumbung beras dan penghasil ikan mas terbaik di Kabupaten Dairi, karena airnya sangat cocok dengan budi-daya ikan mas.
"Tapi setelah mafia kayu memporak-porandakan hutan, semuanya menjadi berubah drastis, apalagi setelah diterjang banjir bandang, tentunya daerah lumbung beras dan budi daya ikan mas akan tinggal kenangan. Ini terjadi dikarenakan ulah segelintir orang," tegas Leonard yang berharap Poldasu bergerak cepat menangkap perusak hutan tersebut. [
medanbisnisdaily]