kabargolkar.com, BANYUMAS -– Politisi sekaligus Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Banyumas-Cilacap, Wirendra Tjakrawerdaja menghadiri Festival Ebeg di Desa Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jateng, Minggu (24/2).
Dalam kesempatan itu, Wirendra ikut memainkan gamelan mengiringi penari yang menggambarkan kesenian asli daerah Banyumas tersebut.
Pentas kesenian Ebeg memang sudah tidak asing bagi warga Banyumas. Tari-tarian kuda lumping yang menggambarkan ksatria berkuda selalu asyik ditonton dan memiliki ruang di hati masyarakat.
Wirendra menilai, kesenian daerah merupakan salah satu aset yang harus selalu dirawat dan dipertahankan. Terlebih, kesenian tersebut merupakan warisan nenek moyang yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.
"Di sinilah kepedulian pemerintah sangat dibutuhkan. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti memberi ruang pertunjukan hingga menberikan pelatihan kesenian kepada generasi muda," tuturnya.
Wirendra mengatakan, saat ini Indonesia memang sudah digempur berbagai budaya asing. Untuk itu selain peran pemerintah, menjaga kearifan lokal adalah tugas masyarakat.
Terlebih menurutnya saat ini banyak pelaku kesenian daerah yang kondisinya di garis kemiskinan. Tentu, hal itu menjadi salah satu fokus Partai Golkar dalam hal pemberdayaan masyarakat.
"Nanti harapannya setelah pemerintah sukses bersinergi dan memfasilitasi, pasti kesenian daerah bisa dikenal ke luar daerah hingga ke mancanegara," imbuh putra mantan Menteri Koperasi, Subiakto Tjakrawerdaja itu.
Sementara Caleg DPRD Kabupaten Banyumas, Arky Gilang Wahab menyampaikan, Festival Ebeg merupakan kegiatan untuk ikut memeriahkan hari jadi Kabupaten Banyumas yang ke-448. Sederet seniman Ebeg berkumpul untuk menampilkan pertunjukan di hadapan ribuan orang yang hadir.
"Sebagai salah satu caleg generasi muda dari Partai berlambang Pohon Beringin, kami bertekad untuk mendukung kearifan lokal Kabupaten Banyumas, salah satunya adalah Kesenian Ebeg," tutup Arky. [viva]