Dengan situasi begitu, maka kondisi politik jadi lebih tenang.
Sebenarnya situasi politik sekarang bagaimana? Di mata masyarakat, partai-partai politik ribut melulu dan berebutan posisi. Kita berhasil memilih Gubernur Bank Indonesia, Deputi Gubernur Bank Indonesia, dan banyak keputusan strategis lainnya, dalam situasi yang relatif tenang. Lalu, partai pemenang pemilu akhirnya punya kursi pimpinan Dewan. Nah, itu kan bagian dari kerja-kerja politik, termasuk kerja Partai Golkar.
Beberapa kali pemilu, perolehan suara Partai Golkar termasuk papan atas. Tapi selalu gagal mengajukan calon presiden. Mengapa itu bisa terjadi, dan bagaimana strateginya, agar itu tidak terjadi lagi? Kita sudah pengalaman mengajukan calon presiden, juga pengalaman mengajukan presiden. Dalam politik, hal-hal seperti ini butuh momentum. Bukan cuma menyiapkan. Politik itu bukan seperti sekolahan. Begitu lulus, lalu langsung jadi. Politik butuh momentum. Ke depan ini, kita melihat dan menjaga momentum politik itu.
Menjelang pemilihan presiden, sudah banyak ketua-ketua umum partai politik memasang spanduk, baliho dan billboard agar dikenal. Bahkan ada yang terang-terangan ingin jadi cawapresnya Pak Jokowi. Mengapa Anda atau Partai Golkar tidak melakukan?Kita tidak ikut nyanyian orang lain. Kita dan Partai Golkar nyanyi dengan ritme tersendiri, hahaha (tertawa).
Dibandingkan dengan ketua-ketua umum Partai Golkar lain, Anda merasa mirip dengan gaya kepemimpinan siapa?Kita tidak mau membanding-bandingkan. Karena setiap zaman ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada zamannya. Mulai dari Pak Akbar Tanjung, Pak Jusuf Kalla, Pak Aburizal Bakrie, Pak Agung Laksono, itu mentor saya semua.
Beberapa waktu lalu Pak Luhut Panjaitan bertemu dengan Pak Prabowo. Apakah itu bagian dari penugasan Golkar kepada Pak Luhut untuk membangun komunikasi dengan Pak Prabowo?Pak Prabowo dan Pak Luhut itu sudah berteman lama. Keduanya pernah sama-sama di militer dan sama-sama Kopassus. Jadi itu long history-lah. Kalau beliau-beliau itu ketemuan setiap minggu, atau rutin ya sah-sah saja kan.
Bagaimana hasil pertemuan mereka. Apakah ada laporan atau Pak Luhut menyampaikannya kepada Anda?Saya kira-kira tahu apa yang dibicarakan. Dan Pak Luhut juga sudah bicara kepada pers, apa yang disampaikan dalam pertemuan itu.
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, pada Jumat (6/4) di Restoran Sumire, Grand Hyatt, Jakarta. Kepada pers, Luhut menyebutnya sebagai pertemuan teman lama. Luhut menyarankan Prabowo agar maju lagi sebagai calon presiden di Pilpres mendatang. “Ya saya, malah saya bilang Pak Prabowo maju saja,” kata Luhut, saat ditanya keesokan harinya. Menurut Luhut, Prabowo saat ini sedang mempersiapkan diri untuk bertarung lagi, sebab sebelumnya sempat ragu karena faktor usia dan elektabilitas.
Buat Golkar lebih menarik mana dan lebih strategis mana, Pak Jokowi melawan Pak Prabowo atau figur lain, di pertarungan Pilpres?Hmm. Jadi, lawan itu akan kelihatan setelah tanggal 4, bulan Agustus nanti. Apalagi pemilunya bulan 4, tahun depan. Hahaha (tertawa). (Dalam Pemilu nanti Golkar mendapat nomor urut 4). (Bersambung)
Â
sumber berita
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.