[caption id="attachment_21608" align="alignnone" width="800"]

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Fraksi Partai Golkar, Kletus Badik. [foto: breakingnews][/caption]
kabargolkar.com, MATIM -- Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT dari Fraksi Golkar, Kletus Badik turut menyoroti usulan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo terkait sistem pemilihan umum (Pemilu) berbasis E-Voting. Kletus sapaan akrabnya menilai sistem tersebut belum relevan untuk diterapkan di daerah terpecil.
"Kami mengapresiasi usulan tersebut. Tetapi konteks daerah belum relevan dengan kondisi sekarang," ujar Kletus seperti dikutip BreakingNews.co.id di Jakarta, Rabu (13/3).
Kletus mendorong pemerintah supaya fokus membangun infrastruktur yang memadai sehingga semua program atau wacana yang dibangun bisa terealisasi.
"Bangun infrastruktur dulu baru terapkan sistem itu. Karena kami di daerah kalau mau jujur sinyal saja susah. Bagaimana mau terapkan sistem e-voting, tetapi kami tetapi apresiasi dan semoga suatu saat usulan tersebut bisa terwujud" katanya.
Diberitakan, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengusulkan adanya pemilihan Umum dengan sistem e-voting. Menurut Bambang, cara seperti itu akan mempermudah pemilih dan meningkatkan partisipasinya.
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi hasil survei SMRC yang menyebutkan undecided voters masih di angka 13 persen.
"Makanya dari sekarang harus dipikirkan bagaimana lebih mempermudah pemilu atau pencoblosan misalnya dengan e-voting sehingga dari rumah bisa langsung memilih siapa yang mau dia pilih. Tidak harus antre ke tempat pemilihan suara," ujar Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).
Menurut Bambang, penggunaan e-voting tersebut telah diuji coba di Wilayah Jawa Timur. Saat itu kata Bambang berhasil.
"Ini udah diuji coba dalam pilkades di beberapa desa di Surabaya, Jawa Timur dan berhasil. Kenapa tidak kita angkat di tingkat nasional?" katanya.
Namun Bambang akui memang sulit dilakukan. Tetapi harus berani mempraktikkan hal tersebut. "Memang sulit tapi harus berani dilakukan. Tapi saya yakin kalau semua orang bisa memilih sambil memasak di rumah atau mengasuh anak di rumah pasti partisipasi publiknya lebih dari 90 persen," harapnya.
Hasil survei SMRC menunjukkan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandi 32,1 persen. Undecided voters dalam survei SMRC masih berada di angka 13 persen. [
breakingnews]