banner ndak ada, komunikasi di setiap kelurahan juga ndak pernah dilakukan, itu suaranya melejit itu dari mana. Ini dari sisi politis ya. Sama sekali tidak ada komunikasi politik dengan massa,” kata Pranoto.
Meski begitu, dia mengaku akan mengikuti tahapan penghitungan yang ada hingga KPU merilis hasil penghitungan suara secara resmi. “Namun kami cukup menyayangkan upaya pengawasan yang dilakukan Bawaslu selama ini,” tegasnya.
Disisi lain, Partai Golkar yang sempat diterpa persoalan OTT KPK yang menyeret pucuk pimpinannya, Setiyono justru melambung. Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, M Syaifullah Golkar mengklaim ada tambahan dua kursi.
“Insya Allah minimal kita akan dapat tambahan dua kursi, yang semula 5 kursi menjadi 7 kursi,” kata Syaiful. Target DPP Partai Golkar sendiri, setiap daerah harus meraih 20 persen dari total kursi yang tersedia. “Kalau kita hitung 7 kursi itu sudah melebihi target DPP, sudah 23,3 persen,” ungkapnya.
Dia meyakini, hasil penghitungan suara yang dilakukan di internal partainya itu cukup valid. Karena data dihimpin dari form C1. “Makanya kita meyakini minimal 2 kursi tambahan kita dapat,” ucapnya. Syaiful enggan menyebutkan nama-nama yang potensial lolos.
“Tapi minimal masing-masing Dapil ada 2, hanya di Bugul Kidul itu 1. Ada 4 wajah baru dan 3 petahana. Kalau siapa-siapa saja, kita tunggu saja hasil resmi dari KPU,” paparnya.
Syaiful mengaku, bertambahnya kursi yang diperoleh Partai Golkar itu tak terlepas dari kerja keras calegnya. “Kami memang selalu sampaikan kepada caleg bahwa semua caleg punya potensi yang sama. Karena itu kami minta mereka bekerja semaksimal mungkin untuk dirinya dan Partai Golkar. Dan Alhamdulillah semua caleg ini bekerja, dan memang tidak ada caleg yang membawa kursi sendiri, mungkin ada 1 ya. Yang lain itu kumulasi,” bebernya.
Disamping itu, Syaiful juga menyebut kesadaran masyarakat saat ini mulai tumbuh. Terutama setelah kasus yang menimpa Setiyono beberapa waktu lalu. Katanya, masyarakat sudah bisa membedakan bahwa kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan Partai Golkar.
“Sehingga caleg-caleg Golkar juga mengedukasi masyarakat, bahwa Golkar pun sangat anti dalam hal-hal korupsi itu. Tapi kalau ada oknum golkar yang terlibat kita serahkan sepenuhnya pada proses hukum. Sehingga optimisme itu kemudian ada di setiap caleg golkar, dan sekarang kita lihat hasilnya ada kenaikan kursi,” pungkasnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Akhmad Zubaidi mengaku telah menghimpun data perolehan suara per TPS. Baik yang dilakukan oleh tim internal maupun relawan. Dia tak bisa menyebut angka persis perolehan suara yang didapat Partai Gerindra.
“Namun untuk capaian sementara terhitung 3 kursi. Ada 1 kursi tambahan dari periode sebelumnya. Dari Purworejo, Gadingrejo, dan Panggungrejo masing-masing ada 1,” ujarnya.
Zubaidi menerangkan, hasil penghitungan suara yang dilakukan Partai Gerindra sudah sekitar 90 persen. Dari empat dapil yang ada, hanya tersisa Dapil Gadingrejo dan Dapil Panggungrejo yang belum terhimpun 100 persen datanya.
“Walaupun belum persis, tapi saya rasa tidak jauh dari riilnya,” akunya. (
jawapos)