[caption id="attachment_23052" align="aligncenter" width="700"]
Pengurus Partai Golkar Luwu Utara. (Dok Partai Golkar)[/caption]
kabargolkar.com, MAKASSAR - Partai Golkar dan Partai Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) kini masing-masing punya wilayah 'kekuasaan' di Sulsel. Berdasarkan hasil real count KPU, Sulsel boleh dikata tidak bisa lagi disebut sebagai lumbung suara partai berlambang pohon beringin.
Hasil hitung suara Pilpres dan Pileg 2019 yang dipublish di website KPU (pemilu2019.kpu.go.id), Senin (29/4/2019), sekitar pukul 16.30 wita.
Data input from C1 53,6 perseb, ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU di Dapil Sulsel II, Golkar unggul dengan perolehan 265.212 suara, sementara Partai Nasdem mendapat 102.870 suara.
Dapil Sulsel II meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Kota Parepare, Barru, Pangkep, dan Maros. Hal berbeda terjadi di Dapil Sulsel III. Partai Nasdem unggul dari Partai Golkar.
Dapil III meliputi, Tana Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Dari data input from C1 ke Situng KPU di Dapil III yakni 44,4 persen, partai bentukan Surya Dharma Paloh itu mendapat 144.031 suara.
Sementara partai besutan Airlangga Hartarto hanya mengantongi 82.606 suara. Namun perlu diketahui bahwa data diatas masih sementara.
Situs pemilu2019.kpu.go.id ini menyertakan disclaimer bahwa data yang ditampilkan pada menu hitung suara adalah data yang disalin sesuai angka salinan form C1 yang diterima KPU kabupaten/kota dari KPPS.
Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada formulir C1, bisa dilakukan perbaikan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.
Data yang ditampilkan di Situng bukan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara manual dan berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka. (
tribun)
Â