Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (CNN Indonesia/Andry Novelino)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Aksi demonstrasi pada 21 dan 22 Mei lalu berubah menjadi kerusuhan. Bentrok antara pendemo dan aparat kepolisian dan TNI di wilayah seputar Kantor Bawaslu memakan korban. Korban-korban berjatuhan, baik di pihak aparat maupun pendemo. Tidak hanya korban luka, namun juga ada beberapa korban meninggal dunia.
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan keprihatinannya terkait aksi tersebut. Melalui akun instagramnya, @aburizalbakrie, ARB mengunggah pesan duka cita mendalam kepada para korban.
"Saya atas nama pribadi dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban di aksi 22 Mei, baik yang meninggal dunia maupun luka. Semoga diampuni dosanya dan mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," ujarnya.
Sebagai seorang negarawan, hati ARB terenyuh melihat para pendemo dan aparat yang notabene sesama anak bangsa saling berhadap-hadapan. Dirinya berharap tidak ada lagi jatuh korban dari semua pihak.
"Saya prihatin melihat sesama anak bangsa berhadap-hadapan sampai akhirnya jatuh korban. Karenanya saya sungguh berharap agar tidak lagi ada korban, baik dari masyarakat atau para demonstran yang ingin menyuarakan aspirasinya, maupun dari aparat keamanan yang tak kenal lelah berusaha menjaga keamanan," lanjut ARB.
Di tengah suasana sakral bulan suci Ramadan ini, ARB mengimbau semua pihak untuk saling menahan diri.
"Maka mengimbau agar semua pihak dapat menahan diri. Apalagi ini adalah bulan Suci Ramadan, dan pada dasarnya kita semua ini saudara dan berharap yang terbaik untuk Indonesia tercinta," pungkasnya. (kabargolkar)
https://www.instagram.com/p/BxzadTkBVE2/?igshid=1suo1n3gugm95
Â