Aksan Jaya Putra (AJP) (inikata)[/caption]
kabargolkar.com, KENDARI – Persaingan sengit dalam perebutan suara dan posisi calon Ketua DPRD Sultra masih akan terus berlanjut. Golkar dan PAN sama-sama optimis dalam mengkalim posisi tersebut.
Pasca KPU Sultra mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019, DPD I Partai Golkar Sultra masih terus memperjuangkan nasib partainya dengan mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dugaan kecurangan yang mengakibatkan kursi partai besutan Airlangga Hartanto di DPRD Sultra berkurang satu kursi.
Golkar Sultra menggugat hasil pleno KPUD untuk dapil V yang meliputi Kolaka, Kolaka Utara dan Kolaka Timur, sebab di dapil itu, Golkar mengklaim seharusnya dapat meraih dua kursi.
Caleg terpilih dari Partai Golkar Sultra, Aksan Jaya Putra (AJP) menyampaikan optimisme Golkar untuk memenangkan gugatan di MK, sehingga secara keseluruhan perolehan kursi di DPRD Sultra dapat bertambah dari tujuh kursi menjadi delapan kursi.
Secara otomatis, jika sengketa dimenangkan Golkar, maka slot kursi Ketua DPRD bakal diisi oleh Partai Golkar, sebab meski perolehan kursi PAN yang saat ini mencapai delapan kursi, namun Golkar lebih banyak dalam perolehan total suara.
“Gugatan sudah dilayangkan, dan jelas kami optimis dapat memenangkannya. Dengan demikian, maka kursi ketua jadi milik kami dong,” ujar AJP, Minggu (25/5).
Dirinya pun menyebut peluang Golkar untuk memenangkan gugatan di dapil itu sangat besar sebab, selisih suara dengan peraih kursi terakhir atau kursi ke 9 yakni Gerindra tak terpaut jauh atau hanya sekitar 96 suara.
“Saya lihat ada keyakinan. Golkar meyakini banyak penambahan, dan bukti-bukti itu sudah dibawa ke pusat untuk pembuktian dalam persidangan nanti,” tambahnya.
Ditanya terkait siap tidaknya ia untuk menjabat Ketua DPRD Provinsi Sultra, jika Golkar yang mendapat slot itu, AJP menjawab akan terlalu cepat jika dirinya mengamini pertanyaan tersebut. Menurutnya Partai Golkar tengah fokus untuk proses persidangan atas gugatan yang diajukan ke MK.
“Sejak awal target saya bukan menjadi anggota DPRD, melainkan kursi Ketua DPRD Provinsi Sultra. Saya rasa sudah jelas kok dari awal,” tutupnya. (inikata)