[caption id="attachment_24856" align="aligncenter" width="650"]
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pose bersama Herawati Prasetyo, Ketua Pengurus YPA-MDR dan para guru muda Guru Muda Indonesia, binaan PT Astra Internasional (Gatra/Antonius Un Taolin/ar)[/caption]
kabargolkar.com, KUPANG - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi mengapresiasi kepedulian PT Astra Internasional yang memanfatkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung jawab Sosial Perusahaan untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di NTT.
Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya agar semakin banyak perusahaan terlibat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT.
“Terima kasih kepada Astra yang sudah memberikan CSR kepada provinsi NTT. Sudah pas ini kalau Astra pilih NTT. Saya pastikan, Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan dukungan 1.000 persen untuk kegiatan ini. Saya kira kita harus dukung," kata Wagub Nae Soi dalam arahannya saat melepas Guru Muda Indonesia, binaan PT Astra Internasional melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) di ruang rapat Gubernur, Kantor Gubernur Sasando, Senin (1/7).
Dengan mengusung Program Semangat Indonesia Cerdas, YPA-MDR menghadirkan 14 guru Muda Indonesia untuk ditempatkan di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao dan Kecamatan Amarasi Selatan dan Takari Kabupaten Kupang. Sebelas orang guru untuk tujuh Sekolah Dasar (SD) dan empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Rote Ndao. Sementara tiga orang lainnya untuk tiga SD di Kabupaten Kupang.
Menurut mantan Dosen Akademi Ligitasi Indonesia (ALTRI) milik Kementerian Hukum dan HAM ini, Pemerintah Provinsi NTT menaruh perhatian besar pada pendidikan dasar. Karena pendidikan dasar sangat penting dan menjadi dasar pembangunan manusia.
Mengutip tokoh psiko analisis, Sigmund Freud, Josef menyatakan anak harus dididik (secara baik dan benar) sejak kecil karena akan sangat menentukan perkembangannya pada masa dewasa.Anak-anak pada tahap ini perlu didik oleh pendidik yang berkualitas.
Wagub juga yakin, para guru yang terpilih telah mempelajari hal-hal tersebut selama mengikuti proses training. Astra pasti sudah memberikan secara integral dan komprehensif tentang pedagogik serta unsur didaktik metodik kepada para guru ini. Kemauan dari dalam diri untuk terus belajar harus menjadi motivasi utama. "Kalau mau kaya, jangan jadi guru tapi jadi pedagang," lanjut Josef.
Di akhir arahannya, Wagub Nae Soi mengajak perusahaan-perusahaan lainnya untuk dapat terlibat dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia NTT melalui CSR-nya. Mungkin tidak lagi di dua kabupaten yang sudah diintervensi Astra, tapi di kabupaten lainnya di NTT, ungkap Josef.
Sementara itu, Herawati Prasetyo, Ketua Pengurus YPA-MDR dalam laporannya mengungkapkan, sejak Tahun 2006 YPA-MDR telah membina 91 sekolah negeri baik SD, SMP maupun SMK di seluruh Indonesia. Masuk ke Kabupaten Kupang pada tahun 2016. Secara keseluruhan, ada 22 sekolah di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao yang diberikan bantuan berupa pembinaan akademis, karakter, seni budaya, kecakapan hidup serta bantuan sarana dan prasarana.
“Khusus Kabupaten Kupang, untuk Kecamatan Takari dan Amarasi Selatan, kami inginkan akselarasi