[caption id="attachment_24880" align="aligncenter" width="615"]
foto: timesindonesia[/caption]
kabargolkar.com, BANYUWANGI - Jelang Pemilihan Bupati Banyuwangi tahun 2020 (Pilbub Banyuwangi 2020), Partai Demokrat dan Golkar makin terlihat mesra. Seperti yang nampak pada acara Silaturahmi kedua partai di aula DPD Partai Golkar Bumi Blambangan, Selasa malam (2/7/2019).
Selain Ketua Michael Edy Hariyanto dan Ruliyono, yang makin intim. Keakraban pun kian terjalin diantara jajaran pengurus dan kader partai Biru dan Kuning tersebut.
"Kita di sini menjalin keakraban, membangun chemistry antar kader Partai Golkar dan Demokrat Banyuwangi," kata Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ruliyono.
Harapannya, masih Ruli, sapaan akrab Ruliyono, hubungan harmonis yang terjalin bisa berlanjut hingga bisa mengusung Cabup Banyuwangi. Dan dua gerbong besar ini sepakat satu tujuan. Yakni sesuai tema 'Membangun Banyuwangi yang Lebih Harmoni, Berbudaya dan Bermartabat'.
"Dan Cabup yang kita usung harus menang," tegas Ruli.
Kemesraan Partai Demokrat dan Golkar Banyuwangi, ini berawal dari pertemuan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto dan Ketua DPD Partai Golkar Bumi Blambangan, Ruliyono, di Cafe Conato, Genteng, Kamis malam (13/6/2019).
Tatap mata tersebut berlanjut dalam acara halal bihalal yang digeber Perkumpulan Paradigma, di tempat wisata Alam Indah Lestari (AIL), Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Minggu (23/6/2019).
Bukti cinta kedua partai makin melekat, tercetuslah agenda silaturahmi kali ini. "Pertemuan malam ini juga merupakan nostalgia, karena kebersamaan Golkar dan Demokrat beberapa waktu lalu telah sukses memenangkan Bu Khofifah di Banyuwangi," ungkap Ruliyono.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, mengaku dirinya sudah menganggap kader Partai Golkar layaknya saudara. Terlebih kedua partai memang sudah bukan pertama kali duet untuk pemenangan.
"Namun sampai saat ini kita belum menentukan siapa calon kita, kita masih penjaringan," katanya.
Penyatuan kedua gerbong, lanjut Michael, sengaja dilakukan lebih awal. Targetnya untuk bisa mengusung kandidat Cabup Banyuwangi, yang dekat, peduli dan mau hadir untuk rakyat. Yang bukan hanya mementingkan pembangunan fisik, tapi juga SDM dan ekonomi kerakyatan.
"Semangat kita untuk kemajuan Banyuwangi yang lebih harmonis, berbudaya dan bermartabat," cetus Michael.
Sebagai penutup sekaligus bukti partai Demokrat dan partai Golkar menjunjung tinggi demokrasi, digelar diskusi penyatuan visi. Termasuk tentang seperti apa sosok Bupati Banyuwangi hasil Pilbup Banyuwangi 2020 ke depan yang mampu menjawab tantangan zaman serta kebutuhan masyarakat. (
timesindonesia)