Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (foto: dok istimewa)[/caption]
kabargolkar.com, PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengajak Vice President Sinomach Heavy Industry Corporation bertemu dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Pertemuan dengan Airlangga, guna memastikan kelancaran investasi hilirirasi timah oleh perusahaan besar asal China itu di Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya (KISS).
Sesuai pembicaraan antara Erzaldi dengan Airlangga, pertemuan dengan Sinomach pada hari Senin (15/7/2019) nanti di Jakarta sepulangnya Menperin dari pertemuan di Vietnam.
“Jadwal pertemuan dengan Pak Menteri semula tanggal 11 Juli, tetapi Pak Menteri ke Vietnam, beliau minta pertemuan tanggal 15 Juli sore bertemu di Jakarta. Pertemuan ini memantapkan lagi dukungan pemerintah Indonesia terhadap investasi di sini (Babel) agar lebih mantap,” kata Erzaldi usai menyaksikan pendandatangan Nota Kesepahaman antara Sionomach Group dengan BUMD, dan PT Ration Bangka Abadi sebagai pengelola Kawasan Industri Sadai, Rabu (10/7/2019).
Dari pembicaraan dengan Airlangga, kata Erzaldi, Menteri sangat tertarik dnegan rencana investasi Sinomach. Oleh sebab itu selain ingin memastikan kelancaran kerjsama Sinomach dengan Babel, juga akan membahas kelannjutan investasi setelah tahap pertama dikerjakan.
“Beliau ingin pastikan semua berjalan lancar. Pak Menteri ingin tahu setelah selesia tahap pertama hilirasi timah ini, apa lagi yang bisa dilakukan Sinomach ini di Babel,” ujar Erzaldi.
Investasi Sinomach di KISS Bangka Selatan berupa pembangunan industri hilir timah. Sinomach sebagai perusahan besar milik BUMN China bergerak dibidang industri mesin, peralatan tambang, dan manufaktur.
“Investasi hilir timah ini sudah lama kami nantikan, bahkan kamai sangat senang dengan masuknya Sinomach. Dan kami berharap cepat terealisasikan,” tukas Erzaldi.
Perjuangan menggaet investasi di KISS sudah dirintis oleh Bupati Bangka Selatan Justiar Noer yang ikut hadir saat penandantangan MoU di Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel di Pangkalpinang. Pemkab Bangka Selatan bersama PT RBA sebagai pengelola KISS bahu membahu mulai dari proses perizinan hingga menyakinkan calon investor.
“Pihak pengelola kawasan juga sudah menjalin kerjasama dengan lembaga semacam KADIN nya China untuk mewujudkan Sadai sebagai kawasan industri. Dari MoU ini sudah menunjukkan hasil. Masih banyak lagi dan butuh waktu yang harus dikerjakan sehingga Kawasan Industri Sadai ini benar-benar menjadi penopang ekonomi daerah dan masyarakat,” kata Justiar.
Saat ini dari 4.000 hektar lahan yang masuk dalam KISS, baru 300 hektar yang sudah dibeaskan oleh pengelola kawasan. Selanjutnya selaian mendirikan pembangkit listrik untuk kebutuhan energi yang cukup besar, keberadaanpelabuhan ekspor yang representatif di Sadai menjadi prioritas.
“Sudah ada beberapa calon investor yang mau masuk, infrastruktur penopang kawasan industri seperti pelabuhan sangat diperlukan. Pemda sudah membuka akses jalan dan kemudahan perizinan untuk investasi,” tukas Justiar.
Justiar menambahkan, keberadaan kawasan industri di Bangka Selatan juga akan berdampak secara ekonomi bagi Bangka Belitung di masa depan. Terlebih-lebih bagi ekonomi masyarakat. (wowbabel)