Pemilu 2019, KPPG Target Penambahan Perempuan di Parlemen
Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional
Sorotan publik terhadap DPR-RI saat ini terkait persoalan korupsi. Sementara Anda menargetkan penambahan jumlah perempuan kader Partai Golkar duduk di Senayan. Bagaimana pendapat Anda?
Dalam Undang-Undang Pemilu yang baru sudah mengatur dengan ketat agar peluang korupsi terus ditekan. Kecurangan seperti politik uang atau money politics bisa menganulir pencalonan seseorang baik calon legislatif maupun calon kepala daerah. Bahkan sekarang diwacanakan mantan terpidana korupsi tidak dimungkinkan menjadi caleg. Selain itu penggunaan dana kampanye juga diatur dengan ketat sehingga tidak memungkinkan lagi setiap calon berkampanye jor-joran karena harus dilaporkan perolehan dananya dan penggunaannya serta transparansi maupun akuntabilitasnya.
KPPG pun memberi pendidikan politik kepada pemilih dengan tujuan mendorong munculnya pemilih cerdas, anti politik uang. Jadi, program penguatan konstituen dan pemilih perempuan ini ditujukan agar bisa menjadi pemilih cerdas dan menjadi motor untuk mendorong gerakan anti politik uang.
Anda telah dipercaya menjadi orang nomor wahid dan paling termuda sepanjang Ketum KPPG. Bagaimana Anda memaknai jabatan ini ?
Saya berterima kasih telah diberi kepercayaan untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Umum KPPG. Selain itu, di DPR-RI saya juga ditugasi menjadi Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Golkar. Saya berupaya mengemban kepercayaan dan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Sebagai kader perempuan saya harus mampu menjalankannya sebaik-baiknya dan harus memperlihatkan kinerja.
Dengan demikian saya berharap kader perempuan lainnya termotivasi untuk tampil di panggung politik karena memang mampu dan kompeten. Jadi bukan karena titipan atau subjektivitas tapi atas dasar kemampuan, kredibilitas serta profesionalisme yang ada pada dirinya sendiri. [bambang]
*Ketum PP KPPG; Hetifah Sjaifudian
sumber berita