Partai Golkar di DPR-RI. Berapa target dalam Pemilu Legislatif tahun 2019?
Ke depan, kami menargetkan kader perempuan Partai Golkar di DPR-RI sebanyak 25 orang. Saat ini, jumlahnya baru 18 orang. Sehingga dengan jumlah tersebut, diharapkan para Srikandi Golkar di parlemen bisa mewarnai dan mempengaruhi setiap keputusan di legislatif.
Apakah hanya mempersiapkan kader perempuan untuk ke legislatif?
Tentu saja tidak harus ke arah sana. KPPG juga memberi perhatian kepada kader perempuan yang hendak menjadi calon di pemilihan kepala daerah. Selain memberi masukan kepada calon perempuan legislatif, juga memberi pendidikan politik bagi pemilih perempuan milenial, sebagai salah satu kelompok calon pemilih cukup signifikan Pemilu 2019. Yakni sebanyak 30 persen populasi kelompok usia masyarakat Indonesia pada 2019.
Adanya calon perempuan di Pilkada akan dikomunikasikan kepada para pemlih. Dan sesuai visi KPPG, dalam implementasinya KPPG telah membentuk dua lembaga, yaitu Lembaga Pendampingan Pemenangan Pemilu bagi kader perempuan dan Lembaga Pelayanan Advokasi Hak-Hak Perempuan. Kedua lembaga ini akan berfungsi sebagai sarana bagi siapa saja yang ingin berkonsultasi, mendapatkan bantuan dan fasilitasi menyangkut informasi, atau menghadapi masalah terkait pemilu dan hak-hak perempuan.
Sorotan publik terhadap DPR-RI saat ini terkait persoalan korupsi. Sementara Anda menargetkan penambahan jumlah perempuan kader Partai Golkar duduk di Senayan. Bagaimana pendapat Anda?
Dalam Undang-Undang Pemilu yang baru sudah mengatur dengan ketat agar peluang korupsi terus ditekan. Kecurangan seperti politik uang atau money politics bisa menganulir pencalonan seseorang baik calon legislatif maupun calon kepala daerah. Bahkan sekarang diwacanakan mantan terpidana korupsi tidak dimungkinkan menjadi caleg. Selain itu penggunaan dana kampanye juga diatur dengan ketat sehingga tidak memungkinkan lagi setiap calon berkampanye jor-joran karena harus dilaporkan perolehan dananya dan penggunaannya serta transparansi maupun akuntabilitasnya.
KPPG pun memberi pendidikan politik kepada pemilih dengan tujuan mendorong munculnya pemilih cerdas, anti politik uang. Jadi, program penguatan konstituen dan pemilih perempuan ini ditujukan agar bisa menjadi pemilih cerdas dan menjadi motor untuk mendorong gerakan anti politik uang.
Anda telah dipercaya menjadi orang nomor wahid dan paling termuda sepanjang Ketum KPPG. Bagaimana Anda memaknai jabatan ini ?
Saya berterima kasih telah diberi kepercayaan untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Umum KPPG. Selain itu, di DPR-RI saya juga ditugasi menjadi Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Golkar. Saya berupaya mengemban kepercayaan dan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Sebagai kader perempuan saya harus mampu menjalankannya sebaik-baiknya dan harus memperlihatkan kinerja.
Dengan demikian saya berharap kader perempuan lainnya termotivasi untuk tampil di panggung politik karena memang mampu dan kompeten. Jadi bukan karena titipan atau subjektivitas tapi atas dasar kemampuan, kredibilitas serta profesionalisme yang ada pada dirinya sendiri. [
bambang]
*Ketum PP KPPG; Hetifah Sjaifudian
sumber berita