Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pengamat Sebut Bamsoet Jadi Kuda Hitam di Munas Golkar 2019
  Kabar Golkar   01 Agustus 2019
[caption id="attachment_26315" align="aligncenter" width="700"] Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan saat mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024, di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Bambang Soesatyo juga ketua DPR secara resmi menyatakan siap maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dianggap bisa menjadi kuda hitam dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan digelar tahun ini. Anggapan tersebut muncul lantaran hingga kini baru ada 2 nama bakal calon ketua umum yang muncul untuk dijagokan pada Munas Golkar 2019. Kedua nama itu adalah Bamsoet dan Airlangga Hartarto. "Ini ibarat duel El Clasico atau Derby Milano. Ini pertarungan panas," ujar Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara kepada wartawan, Rabu (31/7/2019). Menurut Igor, Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar petahana punya kelemahan yang bisa membuat Bamsoet menjadi kuda hitam. Pertama, Airlangga dianggap gagal membawa Golkar bersaing dengan parpol lain untuk menarik pemilih baru di Pemilu 2019. Kegagalan ini tercermin dari merosotnya perolehan suara Golkar di Pemilu 2019 dibanding Pileg 2014. Pada pemilu tahun ini, Golkar meraih 12,31 persen suara. Perolehan itu di bawah suara PDI Perjuangan yang meraih 19,33 persen dan Gerindra dengan 12,57 persen. "Artinya Golkar hanya mempertahankan loyalitas pemilih lamanya saja. Padahal secara alamiah pemilih tradisional makin berkurang. Oleh karena itu diperlukan pemilih baru," tuturnya.? Kedua, Airlangga dianggap tak bisa menggerakan mesin partai Golkar untuk menggaet pemilih baru. Hal ini membuat ceruk pemilih dari kelompok usia milenial banyak lari ke parpol lain. Igor juga menyinggung adanya surat Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie? yang berisi arahan tentang evaluasi terhadap kepemimpinan Airlangga. Menurutnya, hal itu bisa membuat Bamsoet sebagai salah satu calon penantang Airlangga memiliki peluang besar menjadi Ketua Umum baru hasil Munas 2019. Dia memprediksi pemilihan ketua umum baru di Munas Golkar tahun ini akan berlangsung tidak dengan aklamasi, namun pemungutan suara atau voting. Jika voting digunakan maka ada kemungkinan pertarungan antara Bamsoet dan Airlangga semakin panas nantinya. Igor lantas mencontohkan? posisi Bamsoet dan Airlangga saat ini dengan persaingan antara Surya Paloh dengan Aburizal Bakrie pada pemilihan ketua umum di Munas Golkar 2009. “Kala itu Surya Paloh primadona dalam memperebutkan posisi ketua umum. Lawannya dulu Aburizal Bakrie, tetapi kenyataanya Pak Surya Paloh kalah. Jadi ini pertarungan deja vu," katanya. (bisnis)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.