DPP," tegas Kadir.
Sarkowi V Zahri
Sebagai kader yang ditunjuk menjadi calon Ketua DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahri, mengatakan dirinya siap melaksanakan amanah diberikan.
"Saya siap saja sebagai kader Partai Golkar," kata Syarkowi di kantor DPD I Golkar Kaltim usai pleno.
Syarkowi menambahkan, pada rapat pleno DPD Golkar Kaltim mensyaratkan Ketua DPRD Provinsi harus kader yang menjadi pengurus Harian Partai Golkar, pendidikan terakhir S1 dan punya pengalaman menjabat anggota legislatif.
"Tetapi, syarat pernah menjabat anggota legislatif pada rapat pleno tadi ada aspirasi agar hal ini ditoleransi. Kemudian, syarat lainnya mempertimbangkan jumlah perolehan suara di Pileg, tetapi ini juga bukan pertimbangan utama," kata Syarkowi.
Mahyunadi
Adapun, Mahyunadi mengatakan, ia akan melakukan lobi kepada DPP Partai Golkar untuk membawa amanah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang, Kutai Timur dan Berau agar bisa menjadi Ketua DPRD Provinsi.
"Saya membawa amanah dari masyarakat Kutai Timur, Bontang dan Berau untuk melakukan lobi ke DPP untuk terpilih menjadi Ketua DPRD Provinsi Kaltim," katanya di kesempatan terpisah di hari yang sama.
Makmur HAPK
Makmur HAPK, menghubungi Tribun di hari yang sama dari Berau mengatakan, menyerahkan sepenuhnya keputusan penilaian ke DPP Golkar.
Ketua Harian Golkar Kaltim ini menilai partainya punya mekanisme dan pedoman organisasi yang dipegang kuat dalam menentukan siapa calon ketua DPRD Kaltim nantinya. Karena itu, ia memilih tak melobi DPP karena merasa akrab dengan pengurus pusat.
"Kaitan dengan penentuan ini (Ketua DPRD Kaltim) kita tidak ada hal-hal khusus. Pasti DPP punya pertimbangan terbaik. Kita serahkan pada DPP.
Bagi Makmur, yang pernah jadi Bupati Berau 2 periode, meraih suara terbanyak diantara 54 anggota DPRD Kaltim lainnya, cukup menjadi bukti integritas dan kepercayaan publik pada dirinya. Hal itu, yang membuatnya cukup optimistis terpilih.
M Syahrun
"Saya belum berani bilang persentase (kemenangan). Saya siap menerima apapun keputusan DPP," ucap politisi senior Kaltim ini.
Sementara itu, M Syahrun dikonfirmasi melalui WhatsApp, pra pesan dan telepon hingga Selasa malam belum merespon terkait rencana maju di periode ke-dua ini. (
tribun)
Â
Â
Â