05 Desember 2020
Banyak Insentif, Menperin Jamin Harga Mobil Listrik Lebih Murah
  Administrator
  16 Agustus 2019
  • Share :
[caption id="attachment_27179" align="aligncenter" width="785"] Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (net)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA -Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, berbagai insentif yang akan diberikan pada mobil listrik, bakal membuat harga kendaraan modern itu lebih murah. Saat ini, harga mobil listrik memang lebih mahal dari mobil konvensional dengan gap sebesar 40%. Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik memang baru saja diterbitkan pada hari ini, Kamis (15/8/2019). Sejumlah insentif fiskal dan non fiskal di tawarkan dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan itu. Menurutnya, lewat berbagai insentif yang tertuang di beleid itu, akan membuat gap harga mobil listrik 15% dari rata-rata harga mobil konvensional. "Tidak sangat murah, tetapi kalau sekarang bedanya 40% dengan kebijakan itu mungkin sekitar 10%-15% dari mobil yang combustion engine (konvensional)," ujar Airlangga ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (15/8/2019). Untuk diketahui, dalam beleid itu ada 14 insentif fiskal diantaranya, yakni bea masuk untuk impor kendaraan listrik dalam keadaan terurai lengkap atau tidak dan komponen utama untuk jumlah dan jangka waktu tertentu. Lalu ada insentif berupa pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) juga pajak pusat dan daerah juga dibebaskan. Kemudian penangguhan bea masuk dalam rangka ekspor. Ada juga keringanan biaya pengisian listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan tarif parkir di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh pemerintah daerah. Selain itu untuk insentif non fiskal diantaranya ada pengecualian dari pembatasan penggunaan jalan tertentu dan pelimpahan hak produksi dari lisensi. Menurut Airlangga, pemerintah juga tengah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2013, sebagai upaya untuk memberikan insentif PPnBM pada mobil listrik. "Mobil listrik itu seperti di China memberikan bea balik nama itu di pemda biaya registrasi nol, kalau di Finlandia atau Norwegia itu boleh masuk jalur bus misalnya. Jadi insentif untuk mobil listrik ini macam-macam jadi tergantung kita mau dorong ke mana," jelasnya, Dia menyatakan, Kemenperin pun melakukan koordinasi pemerintah daerah, mengingat adanya beberapa insentif yang bernaung di bawah wewenang daerah. "Kita sedang lakukan koordinasi dengan DKI Jakarta dan Bali," tutup Airlangga. (okezone)
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.