[caption id="attachment_27393" align="aligncenter" width="700"]
Pamor Wicaksono (kabargolkar.com)[/caption]
kabargolkar.com, BREBES - Kader muda Partai Golkar, Pamor Wicaksono, mengadakan Acara Tasyakuran dengan menggelar “Pagelaran Wayang Kulit” Bersama Ki Dalang David Putra Bima. Kegiatan ini sebagai ungkapan syukur atas kepercayaan yang telah diraihnya dari masyakakat Brebes sebagai anggota terpilih DPRD Kabupaten Brebes periode 2019-2024.
Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono tampak hadir di acara yang digelar pada Rabu, 21 Agustus 2019 mulai pukul 19.00 hingga selesai. Tampak juga pengurus daerah Golkar serta para kader dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya di acara Pagelaran Wayang Kulit itu, Pamor Wicaksono mengungkapkan beberapa hal di hadapan para hadirin.
Siap Mundur Dari Politik
Pamor mengatakan tekadnya untuk selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dirinya bahkan mengatakan bahwa dirinya siap mundur dar kegiatan politik bila tidak mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
"Apabila saya hidup tidak bermanfaat bagi masyarakat saya berhenti dari politik," ujarnya.
Ajak Masyarakat Brebes Bersiap Hadapi Masa Depan
Kader muda Golkar ini mengungkapkan bahwa masa depan harus diraih, dan masyarakat Brebes harus bersiap menghadapinya. Salah satu caranya, yaitu dengan membangun ketahanan pangan daerah.
"Masyarakat Brebes harus siap menghadapi masa depan. Selain menjaga ketahanan pangan juga membuka peluang tumbuhnya kawasan industri dalam rangka menyejahterakan rakyat Brebes," jelas Pamor.
Bersatu Membangun Brebes
Pamor mengatakan bahwa demi mencapai kesejahteraan Brebes, tidak ada cara lain selain dengan bersatu dan saling membantu membangun daerah secsra bersama-sama. "Mari bersatu membangun Brebes, saling bahu membahu," demikian Pamor mengajak masyarakat untuk bersama dalam kegiatan membangun Brebes.
Akar Golkar Berada Di Desa
Sebagai kader muda Golkar, dirinya mengatakan bahwa partainya memiliki akar dan dan ikatan yang kuat dengan masyarakat di pedesaan. Untuk itu, ia mengingatkan untuk tidak melupakan desa dan selalu bersama memperhatikan kebutuhan konstituen pedesaan yang menjadi kekuatan Partai Golkar.
"Kekuatan Golkar, lumbung suara Golkar adalah di desa-desa," tegasnya. (kabargolkar)