Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ketua DPR: LPSK Tidak Boleh Bubar Karena Minim Anggaran
  Kabar Golkar   22 Agustus 2019
[caption id="attachment_27420" align="aligncenter" width="780"] Ketua DPR Bambang Soesatyo menerima pimpinan LPSK di kantornya[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo tidak ingin Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bubar dan menghentikan layanan kepada masyarakat lantaran minimnya anggaran operasional. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan perlu memberikan perhatian khusus terkait anggaran LPSK. "Eksistensi LPSK mutlak dibutuhkan sebagai wujud kehadiran Negara menjamin perlindungan saksi dan korban. Sehingga proses peradilan yang terbebas dari intervensi dan rasa takut, dalam kerangka besar penegakan hukum, bisa terwujud. Karenanya Negara tak boleh lari dari tanggung jawab dengan membiarkan LPSK seperti mati segan hidup pun tak mau hanya karena masalah anggaran saja," ujar Bamsoet usai menerima Ketua LPSK Hasto Atmojo dan Sekretaris Jenderal LPSK Noor Sidharta di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (21/8). Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, demi terlindungnya hak-hak saksi dan korban agar sistem penegakan hukum tak terhambat, maka LPSK harus diselamatkan agar tak mati di tengah jalan. Political will dari Pemerintah sangat diperlukan karena DPR RI pada dasarnya menyetujui penambahan anggaran LPSK. "Jangan sampai efisiensi anggaran Negara dilakukan dengan cara memotong secara berlebihan anggaran yang sangat penting bagi kemaslahatan rakyat. Jika LPSK tak bisa memenuhi kebutuhan operasionalnya, rakyat jugalah yang menjadi korban. Pada gilirannya, akan turut mempengaruhi penegakan dan kepastian hukum di Indonesia," tandas Bamsoet. Ketua LPSK Hasto Atmojo menyampaikan bahwa postur anggaran LPSK selalu menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2018, dari kebutuhan Rp109 miliar untuk melayani 3.307 terlindung, LPSK hanya mendapat Rp81 miliar. Di tahun 2019, berkurang menjadi Rp65 miliar dari kebutuhan Rp115 miliar untuk melayani 2.642 terlindung. Di 2020, lebih menyusut lagi menjadi hanya Rp54 miliar dari kebutuhan Rp156 miliar untuk melindungi 5.775 terlindung. "Belum lagi kebutuhan pembayaran kompensasi terhadap korban terorisme masa lalu. Jika anggaran LPSK hanya Rp54 miliar, itu hanya bisa memenuhi kebutuhan operasional 4 bulan saja, selebihnya kita sulit bergerak," ujar Hasto. (viva)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.