berbeda.
Saat ini, di era industri 4.0, generasi muda kita dituntut untuk lebih pintar, kreatif, dan juga dituntut untuk lebih mengedepankan asas moral oleh masyarakat. Tuntutan ini kemudian membuat sebagian kelompok masyarakat secara terang-terangan mengabaikan kegiatan fisik, lebih menekankan aktivitas intelektual dan spiritual. Kalau situasi seperti ini terus-menerus dibiarkan tidak proporsional, kita hanya akan menghasilkan lebih banyak generasi muda dengan tingkat kecerdasan tinggi tapi bertubuh lemah dengan kemampuan fisik yang buruk, yang artinya mereka juga tidak akan memiliki daya saing sebagaimana harapan pemerintah.
Sekadar membangun perkembangan intelektual dan moral tidaklah cukup untuk generasi muda, karena mereka juga membutuhkan perkembangan fisik. Dan olahraga menjamin bahwa pikiran yang sehat hanya berada dalam tubuh yang kuat. Tubuh yang kuat tidak mungkin tanpa berolahraga. Walaupun pendidikan olahraga di sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA sudah menjadi mata pelajaran wajib, budaya berolahraga juga perlu secara terus-menerus dipromosikan di tengah masyarakat bahkan di lingkungan kerja.
Semua pelatihan keterampilan kerja dan berbagai sertifikat pendidikan yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta akan menjadi sia-sia jika masyarakat, terutama anak muda, di sisi yang lain, tidak memiliki tubuh yang sehat. Tubuh yang sehat dan kuat akan menjadi bekal bagi kita menjadi SDM unggul di masa sekarang dan juga masa mendatang --sehat saat muda dan kuat saat lansia.
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa olahraga memberikan dampak yang sangat positif bagi siklus kehidupan manusia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Melalui olahraga, kita sebagai manusia belajar untuk bertindak "sportif", toleran, mandiri, dan mengembangkan keterampilan hidup yang mampu memberdayakan diri sendiri dan komunitas.
Di sisi yang sama, olahraga juga menstimulasi kita untuk dapat bertahan mengatasi masalah-masalah sulit dalam kehidupan sehari-hari. Jadi olahraga adalah juga energi pembangunan. Dengan lain perkataan, selain menjadi sarana pendidikan, pembentukan karakter, integrasi sosial, gaya hidup sehat, olahraga juga merupakan energi pembangunan. Sebagai energi, tentu olahraga memiliki jangkauan yang luas lintas kategori sosial di setiap sektor pembangunan.
Merujuk pada sejarah, gagasan menggunakan olahraga untuk pembangunan pertama kali mendapat pengakuan internasional pada tahun 2001. Dua tahun kemudian, PBB mengakui potensi olahraga sebagai sarana untuk mempromosikan pendidikan, kesehatan, dan perdamaian. Untuk menjaga ingatan publik akan pentingnya olahraga, pada tahun 2013 PBB mendeklarasikan 6 April sebagai Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian. Dengan demikian, olahraga semakin strategis dalam konteks kerja sama pembangunan sekaligus memberikan dorongan perubahan di tingkat individu maupun masyarakat.
Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa olahraga memiliki potensi besar untuk pembangunan di Indonesia agar lebih inklusif dan berkelanjutan. Olahraga menjadi energi pembangunan pada bidang-bidang pembangunan sumber daya manusia seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, bahkan kesetaraan gender. Belum lagi potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari industri olahraga yang memungkinkan bangsa ini membuka peluang pekerjaan atau profesi baru bagi generasi muda kita. Maka dalam konteks tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Sekolah Khusus Olahragawan (SKO).
SKO perlu diperbanyak dan merata di seluruh Indonesia. Sekaligus meningkatkan dan mengembangkan keilmuan olahraga di universitas-universitas di Indonesia, karena masih sangat minim universitas yang memiliki Fakultas Ilmu Olahraga. Saya menyakini, muatan-muatan baik pada olahraga hanya bisa dioptimalisasi dengan mengembangkan ekosistem olahraga sebagai budaya masyarakat dan pembangunan fasilitas infrastruktur olahraga sebagai penopangnya.
Selain itu, pembudayaan olahraga
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.