KABARGOLKAR - Tantangan yang dihadapi dalam hal penguasaan teknologi dan komunikasi di bidang industri semakin menemukan momentum pada abad 21 ini. Pemerintahan Presiden Joko Widodo pun sigap mengikuti tiap perkembangan paling muktakhir dalam hal ini.
Perkembangan dan penguasaan teknologi dan komunikasi di bidang industri ini wajib dilakukan. Dengan demikian, perkembangan ini akan memacu pada perkembangan dunia usaha di bidang industri lainnya. Hal ini mengemuka dalam seminar " Rovolusi Industri 4.0 " yang diselenggarakan Para Syndicate. Seminar ini menghadirkan pembicara tunggal, yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kamis ( 26/4/2018 ).
[caption id="attachment_4561" align="aligncenter" width="356"]
Airlangga Hartarto memberikan seminar di acara yang diadakan Para Syndicate (26/4/2018)[/caption]
Saat ini, Indonesia menjadi laboratorium ataupun barometer perkembangan dan mekanisme geliat industri yang mengarah kepada kemajuan dunia usaha dan iptek. Poin tersebut mengemuka dari pernyataan menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada seminar tersebut.
"Kemarin pak presiden sudah mengemukakan pendapatnya serta instruksikan dalam penanaman modal dunia usaha, khususnya bagi mereka yang akan melakukan kegiatan usaha dalam bidang perkembangan dunia industri dan pengembangan iptek", jelas Airlangga Hartarto.
Menanggapi beberapi isu di dunia industri e-commerce, geliat usaha justru belum mempunyai sistem dan server yang orisinil dan lokal. Semuanya masih bergantung pada asing. Ditambah isu kekurangan Tenaga Kerja Asing (TKA) belum juga tuntas. Padahal ini adalah penopang ke arah revolusi induatri 4.0 yang saat ini kondisinya masih perlu sharing, bekerjasama dengan pihak asing.
"Pemerintahan saat ini masih sibuk dalam masalah regulasi dan pengaturan pemangku kepentingan, sehingga apa yang menjadi kebutuhan pengembangan industri masih butuh research and development luar," demikian penjelasan Ketua Umum Partai Golkar tersebut. [bambang]
Â