[caption id="attachment_4665" align="alignnone" width="800"]

Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri Silaturahmi Penyuluh Agama Jawa Tengah 2018 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4). Silaturahmi yang diikuti sekitar 5.711 penyuluh lintas agama se-Jateng tersebut membahas sejumlah isu diantaranya tentang kerukunan antarumat beragama, dan penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penerapan nilai-nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww/18.[/caption]
Kabar Golkar - Wakil Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengatakan tak ada yang salah dengan pertemuan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Sarmuji, sebagai seorang presiden, Jokowi berhak bertemu dengan siapa saja dan partai politik apapun,
"Sebenarnya bagus. Bertemu dengan siapapun karena pada dasarnya karena Pak Jokowi kan presiden semua orang, semua kelompok, jadi taruhlah bertemu dengan PKS tidak ada salahnya," ujar Sarmuji saat dihubungi, Jumat (27/4/2018).
Pertemuannya dengan PKS, lanjut Sarmuji juga merupakan langkah baik. Mengingat posisi PKS merupakan partai politik yang bukan di dalam barisan pendukung pemerintahan Jokowi saat ini. Apalagi, PKS kerap mengkritik kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Jokowi.
"Kalau yang oposan saja bisa bertemu dengan pemerintah, apalagi yang lain," jelasnya.
Sarmuji tak sependapat bila pertemuan ini akan memecah sikap PKS di Pilpres 2019 mendatang yang siap berkoalisi dengan Partai Gerindra. Namun, bila memang PKS mengalihkan dukungannya untuk Jokowi di Pilpres 2019, Golkar sangat mensyukurinya dan siap menerimanya.
"Tentu kita syukuri, semakin banyak kekautan semakin bagus. Tapi apa iya PKS bergabung dengan kita? Kita syukuri, pasti kita syukuri," tuturnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengakui dirinya telah lebih dari satu kali bertemu dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal itu diakuinya dalam acara wawancara dengan salah stasiun televisi swasta belum lama ini.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf mengaku adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan petinggi parpol tempat bernaung. Bahkan, ia mengklaim Presiden Jokowi mengajak PKS untuk bergabung dengan koalisi pemerintah.
"Terkait Presiden Jokowi, benar bertemu dengan beliau (Habib Salim). Kalau pertemuan informal 2 kali. Yang saya tahu ya dari Presiden Partai (Sohibul Iman-Red) 2 kali,” papar Muzammil di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis 26 April 2018.
Muzammil mengklaim, dalam pertemuan itu, Jokowi memberikan penawaran ke PKS. Penawarannya itu berupa ajakan agar PKS bergabung dengan koaliasi pemerintah. Meski sudah berkomitmen akan berkoalisi dengan Gerindra, partainya tak memungkiri bila akan membuka komunikasi dengan partai politik lainnya.
“Kita tetap membuka dialog dengan siapa saja. Termasuk dengan Pak Jokowi. Tapi kami dengan Gerindra intens dialog dengan berbagai kelompok tokoh partai, kita dengan Gerindra juga terbuka. Ini bukan rahasia,” terang Muzamil.