JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V KOSGORO 1957 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026, sejumlah nama mulai mengemuka sebagai kandidat Ketua Umum organisasi tersebut. Salah satu figur yang mendapat perhatian adalah La Ode Safiul Akbar, alumni Pondok Modern Gontor angkatan 1992, yang menyatakan kesiapannya untuk ikut dalam kontestasi kepemimpinan KOSGORO 1957.
La Ode menilai Mubes V harus menjadi titik penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus melakukan transformasi menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, KOSGORO 1957 perlu kembali meneguhkan perannya sebagai wadah perjuangan kader yang berpijak pada nilai-nilai kerakyatan namun tetap mampu menjawab tantangan masa depan.
“KOSGORO 1957 harus menjadi solusi dalam menghadapi tantangan dan memenangkan masa depan dengan tetap menjaga akar, membaca perkembangan zaman, serta menyiapkan generasi penerus,” ujar La Ode Safiul Akbar.
Ia menambahkan bahwa organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi. Baginya, keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuannya melakukan inovasi dan pembaruan secara berkelanjutan.
“Kita membutuhkan kader yang tidak hanya mampu berbicara tentang masa lalu, tetapi juga piawai mengelola masa kini dan mempersiapkan masa depan,” katanya.
Dalam pandangannya, KOSGORO 1957 perlu memperluas peran di sektor-sektor strategis seperti koperasi modern, ekonomi digital, pengembangan UMKM berbasis teknologi, serta industri kreatif. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk aktualisasi semangat gotong royong yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Sebagai salah satu organisasi pendiri Sekretariat Bersama Golkar, KOSGORO 1957 memiliki sejarah panjang dalam gerakan kerakyatan, pengembangan koperasi, serta pengabdian di bidang sosial dan politik. Organisasi ini didirikan pada 10 November 1957 atas prakarsa Mas Isman bersama para mantan pejuang TRIP dan PETA.
Hingga saat ini, panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan menuju Mubes V. Forum lima tahunan tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan dalam menghadapi dinamika politik, sosial, dan ekonomi yang terus berkembang.