Debat Pilgub Bali 2018, Paslon Golkar “Tolak Reklamasi”
Kabar Golkar 29 April 2018
sodorkan visi misi Nawacandra berdasarkan Tri Hita Karana dalam membangun Bali. Nawacandra implementasi pembangunan Bali berkelanjutan, dari pembangunan infrastruktur, pariwisata, budaya, tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi kerakyatan.Rai Mantra yang mendapatkan pertanyaan lebih dulu. Apa langkah Cagub-Cawagub Mantra-Kerta soal penanganan pariwisata Bali yang banyak tantangan, terutama perang tarif. Rai Mantra mengatakan perlu pengendalian akomodasi. “Pengembangan pariwisata antara hotel melati dengan hotel berkelas masing-masing diatur, supaya tidak terjadi perang tarif,” ujar Rai Mantra.Sudikerta menambahkan perlunya duduk bersama dalam membahas masalah kepariwisataan Bali. “Perlu dengan stakeholder untul membahas pariwisata Bali ke depan supaya tidak terjadi perang tarif,” imbuhnya. Sementara Koster menjawab soal konsistensi menjual pariwisata Bali yang berkelas dengan membuat pengendalian. Yakni dengan Perda. “Pariwisata untuk Bali. Bukan Bali untuk pariwisata. Perlu Perda untuk mengaturnya,” ujar Koster.Pendapat Koster ini dilengkapi Cok Ace yang pakar pariwisata. Menurutnya, mesti ada pengendalian akan supply and demand. “Kamar hotel berkelas diterapkan, supaya pariwisata bisa dijual mahal dan tidak perang tarif,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini.
Giliran soal pertanyaan pencemaran lingkungan disodorkan kepada kandidat, Koster menegaskan, dalam pelaksanaan Sat Kerthi, akan menjaga danau, sungai, dan segara (laut). “Kami akan siapkan peraturan tegas melindungi sumber air dari hulu sampai hilir,” ucap Koster, Ketua DPD PDIP Bali.Menurut Rai Mantra perlu ada kebijakan tegas dalam pengendalian air bawah tanah. “Kita perlu jaga hutan kita. Sampah juga disediakan bank-bank sampah untuk dikelola dengan pengelolaan sampah sebagai energi yang terbarukan. Meningkatkan sampah menjadi bernilai ekonomis.” Debat semakin tegang saat pertanyaan pengelolaan pertanian untuk perekonomian masyarakat. Bahkan panitia sampai ingatkan pendukung supaya tidak tepuk tangan saat kandidat berbicara.Soal pengelolaan pertanian untuk perekonomian masyarakat, Koster mengatakan harus ada unit usaha rakyat seperti koperasi dan unit usaha kecil menengah dalam mengakses pasar ekonomi kerakyatan. “Kami menyiapkan wifi gratis untuk akses digital. Perlu infrastruktur jalan tol untuk Bali Utara dan Bali Selatan guna memudahkan pemasaran,” tutur politisi asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, ini. Komentar Koster diimbangi Rai Mantra soal dan potensi pasar bagi masyarakat. “Kita harus membantu legalitas dalam permodalan. Mereka ada link dengan lembaga keuangan untuk modal. Kalau perlu ada tempat mengembangkan dan akselerasi soal kewirausahaan sampai desa-desa,” ucap Rai Mantra.Sudikerta memperkuatnya bahwa pendapatan pertanian harus seimbang dengan pendapatan pariwisata. “Caranya dengan meningkatkan anggaran, membangun jalan setapak,” kata Ketua DPD I Golkar Bali, ini. Berikutnya, Koster menyambut pertanyaan moderator tentang adanya masalah pertanian di Bali. Kata Koster perlu adanya pengendalian alih fungsi lahan. “Belum adanya sinergi pemasaran hasil pertanian. Kami siapkan peraturan regulasi Pergub supaya hotel wajib beli produk petani. Harus ada harga jual yang ditentukan pemerintah yang pro ke petani. Kami juga kembangkan pengolahan hasil pertanian,” kata Koster. Segmen debat semakin memanas ketika memasuki penilaian foto sampah dan kemacetan. Koster mengatakan perlu adanya pengelolaan sampah dan terintegrasi dengan Perda. Sementara Rai Mantra menegaskan secepatnya harus ada revitalisasi masalah pengelolaan sampah.
Cok Ace menjawab foto masalah sampah yang belum tertangani perlu adanya pengaturan supaya limbah sampah tidak dibuang sembarangan. “Kemudian pengaturan usaha-usaha vila supaya tidak mencemari lingkungan, perlu ada zonasi pembangunan vila,” tegas Cok Ace. Sedangkan Rai Mantra berjanji sampah tidak
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.