Paslon Golkar Dalam Pilgub Bali Show OF Force Di Denpasar
Kabar Golkar 30 April 2018
Balipuspanews.com, Beritabalisatu.com, Posbali.id, Jarrakpos.com, dan Opinionstage.com. Polling itu menjaring suara masyarakat Bali pasca debat soal siapa kandidat yang akan dipilihnya.
Dalam polling pasca debat yang digelar Balipuspanews.com, Koster-Ace unggul dengan 70 persen suara di mana Mantra-Kerta hanya memperoleh 30 persen. Sedangkan polling pasca debat yang digelar Bertabalisatu.com, Koster-Ace bahkan unggul dengan 80 persen dan Mantra-Kerta hanya dapat 20 pesren suara. Kemudian, polling pasca debat yang digelar Posbali.id, Koster-Ace meraih 77 persen dan Mantra-Kerta hanya kebagian 23 persen suara. Sementara polling pasca debat yang diselenggarakan Opinionstage.com, juga menempatkan Koster-Ace unggul 77 persen dan Mantra-Kerta kebagian 23 persen suara. Sedangkan polling pasca debat di Jarrakpos.com, Koster-Ace unggul dengan 71 persen dan mantra-Kerta kebagian 29 persen suara. Berdasarkan debat kandidat perdana yang diseleggarakan KPU di Hotel Goodway Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu malam, Koster-Ace tampil lugas dan menawarkan ide-ide konkret terhadap persoalan yang dihadapi Bali. Dalam bidang pertanian, Koster-Ace memilik beberapa terobosan untuk memberikan nilai tambah bagi petani. Salah satunya, merancang program sinergi pertanian dan sektor pariwi-sata. Dengan begitu, hasil pertanian dapat diserap industri jasa terbesar di Bali ini. Caranya, Koster-Ace akan membuat aturan yang mewajibkan industri jasa menggunakan buah-buahan dan hasil pertanian Bali. Koster-Ace juga akan membantu permodalan bagi petani, segala kebutuhan petani mulai dari pupuk dan lainnya akan dibantu pemerintah. Permodalan melalui lembaga unit ekonomi desa dan koperasi akan digencarkan. Di bawah kepemimpinan Koster-Ace kelak, industri olahan dan pasar juga akan disiapkan. "Akan dibuatkan juga aturan agar petani minimal mendapat keuntungan 20-30 persen dari biaya produksinya," tegas Cagub Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali dan anggota Komisi X DPR RI Dapil Bali tiga periode. Di sisi lain, Gubernur Made Mangku Pastika dan kalangan akademisi mengingatkan pasangan Cagub-Cawagub Bali jangan mengobral janji kepada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat diingatkan agar memilih pemimpin secara rasional, dengan melihat visi misi kandidat.
Gubernur Pastika menyebutkan, Cagub-Cawagub yang obral janji, memang tak ada masalah ketika nanti bisa memenuhi janjinya. Tapi, akan jadi masalah ketika sudah obral janji, namun tidak bisa memenuhinya. “Janji-janji politik berujung pada birokrasi dan APBD, jelas harus ada kehati-hatian. Karena penggunaan APBD itu harus melalui NSPK (norma, standar, prosedur, kriteria). Ya, janji kampanye kandidat itu ujung-ujungnya akan melalui proses birokrasi,” tegas Pastika di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Denpasar, Sabtu. “Kepala daerah, termasuk saya sendiri, harus berjalan sesuai dengan NSPK. Kalau tidak paham aturan, bisa-bisa kepala daerahnya bisa masuk penjara. Makanya, Cagub-Cawagub jangan obral janji. Kalau nanti tidak bisa memenuhi janjinya, apalagi tidak tahu aturan, nah di sini kepala daerah sering berusaha penuhi janjinya dengan melanggar aturan yang ada,” ujar Gubernur Bali dua periode (2008-2013, 2013-2018) yang akan maju tarung ke DPD RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 ini.
Pastika juga mengingatkan masyarakat Bali agar memilih pemimpin secara rasional, dengan melihat visi misi kandidat. Ini pentang, karena Cagub-Cawagub itulah yang akan menjadi nakhoda Provinsi Bali 5 tahun ke depan. “Nanti malam (Sabtu) kita akan saksikan debat kandidat Cagub-Cawagub. Di sana kita bisa lihat visi misi kandidat. Saya berharap kita jangan memilih kandidat karena lucu-lucuan, karena sering kita menganggap ini lucu-lucuan,”
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.