Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Enam Orang Ini Perebutkan Golkar untuk Bertarung di Pilwali Makassar
  Kabar Golkar   05 November 2019
kabargolkar.com, MAKASSAR - Ketua Tim 9 Penjaringan Calon Kepala Daerah (Cakada) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Partai Golkar Sulawesi Selatan, Kadir Halid, mengatakan hanya enam kandidat yang serius maju dalam Pemilihan Wali Kota Makassar menggunakan Partai Golkar. Yaitu Munafri Arifuddin (CEO PSM Makassar), Irman Yasin Limpo (mantan Kadis Pendidikan Sulsel), Danny Pomanto (mantan Wali Kota Makassar), Syamsu Rijal (mantan Wakil Wali Kota Makassar), Sukriansyah S Latief (UQ) dan Haris Yasin Limpo (mantan Dirut PDAM Makassar). Irman dan Haris saudara kandung. "Yang serius itu ada enam kandidat. Tapi analisa saya, di Makassar mungkin maksimal empat calon," kata Kadir Halid ditemui di Sekretariat DPD 1 Partai Golkar Jl Bontolempangan, Makassar, Senin (04/11/2019). Menurutnya, indikator keseriusan calon dilihat dari keinginannya melengkapi berkas dokumen serta mengikuti tahapan penjaringan. "Ada juga yang independen mendaftar, tapi tidak lanjut (mengembalikan formulir);" tegasnya. Dari enam bakal calon tersebut, tinggal Sukriansyah yang belum mengikuti tahapan tes wawancara. Dijadwalkan pada Rabu lusa. Haris Yasin Limpo mengikuti tes wawancara di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Partai Golkar Sulawesi Selatan, Jl Bontolempangan, Makassar, Senin (04/11/2019). Hadirnya Direktur Utama PDAM Kota Makassar itu, terdapat dua klan Yasin Limpo yang turut meramaikan bursa calon wali kota yang mendaftar di partai berlambang pohon beringin itu. Menurut adik kandung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dirinya dan None maju di Pilwali bukan jadi persoalan. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada partai untuk memilih yang bakal diusung untuk maju pada Pilwali mendatang. "Nda apa apa. Keluarga menawarkan saya dan none. Kalau (partai) memilih sia A, tidak mungkin mau dipasangkan dengan None. Pasti salah satunya," kata Haris usai jalani tes wawancara di Partai Golkar. Meski sama sama maju bertarung, kata Haris komunikasinya dengan None tetap berjalan baik, dan bukan baru kali ini berseberangan dengan adik kandungnya tersebut. Namun Haris belum memastikan, bilamana None yang maju, maka akan mendukung saudaranya untuk memenangkan Pilwali 2020 mendatang. "Saya liat dulu, kalau Golkar mendukung ngak jadi masalah. Kalau mendukung yang lain itu saya liat dulu," ujarnya. "Saya dengan None juga ketika saya Golkar mengusung pak Kadir, dia juga calon. Karena saya dipihak Golkar, saya harus berhadapan," tuturnya. Tetapi ia mengaku komunukasinya dengan None tetap berjalan baik. Disinggung soal sesi wawancara, Haris ditanyakan terkait komitmen, dan konsistensinya maju bertarung. "Saya smpaikan ke Golkar tentang saya punyan kemampuan dan niat. Karena supaya tidak ada kecurigaan kepada saya saya masuk hanya main main apa segala macam, kalau main main tdak mungkin di tes wawancara inu. Dan saya mengharagi partai politik," paparnya. "Kenapa belum melakukan sesuatu? Setiap kandidat juga punya stratgis. Ada waktunya untuk melakukan apa yang harus dilakukan dalam rangkan pilwali mendatang;" tuturnya. Sementara Ketua Tim 9 Penjaringan Partai Golkar Kadir Halid mengatakan Haris Yasin Limpo dan None punya peluang untuk maju bertarung di Pemilihan Wali Kota Makassar. "Khusus dua bersaudara antara Haris dan Irman memang harus salah satunya. Tidak mungkin dua maju. Tapi tergantung dari internal keluarga mereka," ujarnya. (tribun)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.