Bambang Soesatyo dan Ahmad Mahadi Nasution (Photo/Depinas SOKSI)[/caption]
Kabargolkar.com - Klarifikasi Istana dimuat dibeberapa media kemarin, mengisyaratkan bahwa Pihak Istana tidak menunjukkan keberpihakan pada kontestasi Munas Golkar yang akan datang artinya Istana tidak akan mencampuri urusan dapur Partai Golkar.
Menurut Ahmad Mahadi Nasution selaku Fungsionaris DPP Partai Golkar dan Depinas Soksi via pesan WhatsApp memberikan sedikit pendapatnya, senin (11/11/19), bahwa Airlangga butuh totalitas konsentrasi dan kehati-hatian dalam menentukan setiap langkah kebijakan ekonomi Indonesia untuk keluar dari reses ekonomi global saat ini.
“Pernyataan Pak Presiden pada HUT Golkar beberapa waktu lalu, lebih tepatnya sebagai isyarat bahwa Konsolidasi Ekonomi yang dipunggawai oleh Bapak Airlangga selaku Ketua Umum Partai Golkar saat ini, sebagai beban berat yang harus dipanggul Partai Golkar, butuh totalitas konsentrasi dan kehati-hatian dalam menentukan setiap langkah kebijakan ekonomi Indonesia untuk keluar dari reses ekonomi global saat ini. Presiden sangat apresiasi dan berharap banyak kepada Pak Airlangga, dapat kita bayangkan bagaimana sibuknya Pak Airlangga yang harus mendampingi Pak Presiden dalam setiap kunjungan atau ecomony summit. Ini tugas mulia jangan diganggu”. tegas Mahadi.
Presiden juga telah berhasil melakukan konsolidasi Politik bahwa Golkar sebagai salah satu Partai Koalisi harus totalitas mendukung setiap kebijakan Pemerintah yang populis. Sinergitas politik ini tentu semakin kuat dengan dikomandoi oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo sebagai Mitra kerja Presiden, sinergitas politik ini akan semakin kuat jika Ketua MPR menjadi Nahkoda Partai Golkar 5 tahun ke depan.
Mahadi memaklumi terjadi bias penafsiran beberapa pihak atas perkataan Pak Presiden saat menghadiri HUT Golkar yang lalu tetapi, Kita harus memaknai pesan tersebut sebagai pesan politik untuk menentukan langkah strategis Partai Golkar 5 tahun mendatang. (AH)