30 September 2020
Sekjen Golkar: Aklamasi Pemilihan Ketum di Munas Hilangkan Konflik
  Administrator
  13 November 2019
  • Share :
[caption id="attachment_31357" align="aligncenter" width="670"] Sekjen Golkar Letjen TNI (Pur.) Lodewijk F. Paulus[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menilai opsi aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) bisa meminimalisir konflik. Dengan aklamasi, kata dia, seluruh pemilik suara akan bermusyawarah memilih satu orang menjadi Ketum. "Justru aklamasi itu menghilangkan itu (perpecahan) gitu loh. Aklamasi kan kompak sepakat musyawarah memilih seseorang. Kalau di apa katakan di voting ya pasti pecah, ini justru ke balik," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta, Selasa (12/11). Lodewijk sebagai loyalis Airlangga Hartarto berharap dalam pemilihan Ketum Golkar bisa dilakukan dengan aklamasi. Alasan lainnya, aklamasi sesuai dengan amanat Pancasila. "Hanya kita mengharapkan aklamasi, aklamasi itu kan musyawarah, muyawarah mufakat itu selesai. Itu yang diamanatkan di sila keempat Pancasila," ungkapnya.

Aklamasi Bisa Terjadi

Sebelumnya, Koordinator Bidang Perekonomian Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengatakan pemilihan Ketum Golkar dalam Munas sangat mungkin terjadi aklamasi. Sebab, Bambang Soesatyo disebut belum pasti bakal maju di Munas Golkar. "Saya rasa bisa menjadi aklamasi itu baik, bisa musyawarah mufakat. Kalau tidak bisa mencapai kata musyawarah mufakat kita ada mekanisme. Kalaupun ada musyawarah mufakat tentu ini menjadi tanda-tanda bahwa Golkar akan menjadi besar di 2024," kata Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11). Aziz menegaskan jika Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketum Golkar akan merangkul pendukung pesaingnya nanti. Hal itu terbukti saat dirinya tidak berada di barisan pendukung Airlangga. (merdeka)
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.