Diskusi publik "Golkar Memperkuat Sistem Politik Indonesia" di Jenggala Center, Jakarta (13/11)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Adanya kontestasi, yang masih menjadi ciri khas Golkar, mengindikasikan bahwa Golkar merupakan partai politik yang masih jauh dari nilai-nilai oligarki.
Dalam iklim demokrasi dan keterbukaan saat ini, pengaruh kekuatan oligarki sangat dominan di partai lain selain Golkar. Ini adalah tantangan yang harus dipertahankan oleh Golkar.
Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Jenggala Center, Rabu (13/11/2019), pengamat Politik sekaligus pemilik lembaga survey, Saiful Mujani menjabarkan paparan lanskap perpolitikan dalam tubuh Partai Golkar.
"Begini, saya contohkan seperti kekuatan kapital memang sering dijadikan alat utama dalam dinamika perpolitikan partai partai saat ini. Banyak lah kita lihat kekuasaan dipegang oleh beberapa orang kuat dalam partai. Nah, di Golkar karena ada rivalitas dan kontestasi sesama kader. Ini mengindikasikan bahwa Partai Golkar jauh dari oligarki." ujar Saiful.
Alasan lain Golkar jauh dari kepentingan oligarki adalah bahwa partai ini memiliki kekuatan dan kecakapan dalam mengolah organisasi maupun perpolitikan di antara para kaderny. Bisa dilihat dalam kontestasi yang sedang ramai saat ini. Jadi situasi seperti ini jelas demokratisnya dan dinamikanya. Memang jelas bahwa Golkar milik para kader-kadernya. Bukan partai boneka yang bisa dimainkan oleh segelintir kelompok kepentingan saja.
"Itulah sebab musabab, mengapa partai ini (Golkar) bukan partai boneka. Karena di sini para kader menjaga dinamika dan iklim demokrasi para kader untuk memberikan suasana kontestasi, sehingga keriuhan seperti ini wajar dan menunjukan kekuatan internal." lanjut doktor ilmu politik lulusan Ohio University tersebut.
Seperti yang diketahui, dalam beberapa pekan lagi Munas Partai Golkar akan dilaksanakan dan kontestasi di antara beberapa kader sudah menunjukan dan mengumpulkan kekuatannya.