Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie bersama anggota Dewan Pembina Golkar memberikan pernyataan kepada pers tentang pelaksanaan Munas Golkar 2019 hari ini, Jumat (22/11/2019).[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie memberikan pernyataan pers tentang pelaksanaan Musyarawah Nasional (Munas) Partai Golkar di Bakrie Tower pada hari ini, Jumat (22/11/2019).
Dewan Pembina (Wanbin) disebut akan memberikan masukan yang bersifat jangka panjang dan strategis terkait perbaikan bangsa dan Partai Golkar dalam Munas.
"Dewan Pembina akan memberikan masukan jangka panjang dan strategis terkait perbaikan bangsa dan Partai Golkar, termasuk di dalamnya pelaksanaan Visi Negara Kesejahteraan 2045 yang pernah dihasilkan Partai Golkar tahun 2012," jelas Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009 - 2016 tersebut.
Politisi yang akrab dipanggil ARB tersebut juga menyatakan, Wanbin meyakini Munas partai berlambang beringin tersebut akan berlangsung sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Partai, yaitu pemilihan ketua umum berlangsung secara musyarawah mufakat.
"Dewan Pembina yakin Munas akan berlangsung sesuai AD-ART yaitu pemilihan ketua umum akan berlangsung secara musyawarah mufakat, jika tidak bisa maka baru pemilihan langsung, dan Golkar tidak akan pecah karena Munas ini," tegas Menko Kesra pada Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009 tersebut.
ARB juga meminta Munas membahas soal surat Dewan Pembina yang disampaikan pada bulan Juni 2019 lalu mengenai evaluasi partai. Evaluasi dipandang penting agar Golkar dapat memajukan calon presiden dari kader partai sendiri dalam pemilihan umum 2024.
"Dewan Pembina mengusulkan agar DPP terpilih untuk memikirkan mekanisme penunjukan Capres 2024 dari internal Partai Golkar," tegas Ketua Umum KADIN 1993-2004 tersebut.
ARB mengingatkan agar Munas tidak hanya berbicara soal pemilihan ketua umum saja, tetapi juga berbicara soal bangsa. Baginya, Munas Golkar dapat diikuti siapa saja.
"Saat ini saya mendengar sudah empat tokoh yang akan maju sebagai calon Ketua Umum, yaitu Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Indra Bambang Utoyo dan Ridwan Hisjam," tutup ARB.