[caption id="attachment_3964" align="aligncenter" width="1242"]

Bupati Minahasa Selatan dan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Utara, Christiany Eugenia 'Tetty' Paruntu[/caption]
KABARGOLKAR – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menyalurkan bantuan pendidikan Cita Emaan Pande (CEP) sebesar Rp1,8 miliar. Dana ini disalurkan kepada 414 mahasiswa. Pekan lalu, dana tersebut sudah masuk ke rekening penerima.
Menurut Sreisen Sual, mahasiswa Universitas Manado (Unima) Tondano, dana bantuan pendidikan sudah masuk ke rekeningnya. “Informasinya, dana itu sudah di rekening. Esok (hari ini, red), saya akan segera mencairkan dana itu,” aku Ecen, sapaan akrabnya, Minggu (6/5) kemarin.
Diakui Ecen, dana yang masuk sebesar Rp4,5 juta. Dia mengaku, dana itu cukup untuk biaya ujian skripsinya. “Hitungan sementara saya, kebutuhan untuk ujian 3,5 juta rupiah. Kalau ditambah dengan lain-lain, pasti cukup. Sebab dana yang masuk 4,5 juta rupiah,” timpalnya.
Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah, sangat menggugah hati Ecen. “Puji Tuhan. Di waktu saya sangat membutuhkan dana untuk ujian, Tuhan sudah menyediakannya melalui Pemkab Minsel. Terima kasih bu Tetty, terima kasih Pemkab Minsel,” ujar Ecen.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minsel, Maxi Pattyranie, mengatakan, dana bantuan pendidikan sudah disalurkan kepada 414 mahasiswa. “Sebenarfnya ada 419 mahasiswa penerima. Namun ada 5 mahasiswa yang belum melengkapi berkas. Jadi, saat ini total 414 mahasiswa semester akhir yang telah menerima bantuan dana program CEP,” tukas Maxi Pattyranie.
Diakui Pattyranie, dana itu sudah ditransfer ke rekening penerima sejak 2 Mei 2018 lalu. Jadi, mahasiswa penerima, dimintanya untuk segera mengecek penyaluran dana itu ke rekening masing-masing. “Segera cek ke rekening masing-masing, karena dananya sudah kita transfer di Bank Sulut,” pungkasnya.
Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu, mengatakan, dana itu dialokasikan untuk membantu mahasiswa asal Minsel. “Kami berpikir bahwa ada banyak mahasiswa yang membutuhkan dana untuk ujian akhir mereka. Kami juga ingin agar semua mahasiswa di Minsel dapat menyelesaikan kuliahnya dan segera mendapatkan pekerjaan. Itulah motivasi kami menganggarkan dana tersebut,” aku Tetty, sapaan akrabnya.[
Mediasulut]