21 Juni 2021
Bamsoet: Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie Ketum Golkar Panutan
 
  03 Desember 2019
  • Share :
[caption id="attachment_32365" align="aligncenter" width="670"] Ketua Wanbin Golkar Aburizal Bakrie dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Bambang Soesatyo (Bamsoet) resmi maju jadi Caketum Golkar setelah mengembalikan formulir pendaftaran. Bamsoet bakal mengkolaborasikan pola kepemimpinan Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie jika terpilih jadi ketum beringin. "Kalau partai ini ingin besar hanya ada dua cara, kita pernah punya dua tokoh senior yang membawa partai ini, kemenangan partai Golkar pertama adalah Akbar Tandjung yang rajin turun ke bawah dan itu harus diikuti sebagai ketum partai politik," kata Bamsoet di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/11).

Turun ke Daerah

Menurutnya, ada hari-hari dimana Akbar Tandjung duduk manis di Jakarta. Tetapi dari Jumat hingga Minggu, Akbar turun ke daerah dan keliling 514 kabupaten atau kota. "Karena kedatangan ketum ke daerah daerah itu menumbuhkan semangat spirit dari para grassroot di daerah," ucapnya.

Dana ke Daerah

Kemudian, contoh baik lainnya pernah diterapkan Aburizal Bakrie. Dia menyebut, di era Ical, DPD menyiapkan dana pembinaan untuk daerah. Meski jumlahnya tidak besar tapi pengurus daerah menjadi merasa memiliki partai bersama. "Untuk Kabupaten Kota setiap bulan tidak pernah kurang lima juta dikirimkan, memang tidak besar, tapi bagi DPD II Kabupaten kota ini bentuk penghargaan dan bentuk pembinaan yang bagus," tuturnya. "Begitu juga tingkat I tidak kurang dari DPP dikirimkan Rp 15-20 juta tergantung wilayah. Dananya untuk apa, untuk DPD tingkat I untuk berkeliling ke DPD II untuk melakukan pembinaan sosialisasi dan konsolidasi. Itu dilakukan dari waktu ke waktu," tambah dia.

Kembali ke Khittah

Bamsoet mengatakan, setiap kepemimpinan punya skill dan gaya masing-masing. Namun, ia akan mengambil cara memimpin partai beringin dari Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie. "Dua inilah yang akan saya lakukan. Saya ingin partai ini tetap ada dalam sejarah politik Indonesia. Yang terpenting Partai Golkar ini harus kembali ke khittahnya," tandas Bamsoet. (merdeka)
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.