Ketua DPP Golkar Ricky Rachmadi[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Berdasarkan UU Baru No 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia lembaga baru yakni Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan segera dibentuk melalui Perpres yang akan datang. Dengan demikian keberadaan BNP2TKI pun segera berakhir.
Dewan Pakar ICMI Pusat yang juga pengamat ketenagakerjaan asal Partai Golkar, Ricky Rachmadi mengharapkan BP2MI mampu menyiapkan program SDM Pekerja Migran Indonesia (PMI) unggul untuk pasar kerja di luar negeri sebagaimana menjadi komitmen Presiden Joko Widodo.
“Untuk menciptakan PMI berbasis SDM unggul tersebut, diperlukan program/pendidikan vokasi atau vokasional terhadap calon PMI yang akan bekerja di luar negeri melalui pelayanan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di tanah air,” kata Ricky dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Menurut dia, pendidikan vokasi untuk calon PMI bertujuan meningkatkan kemampuan atau keahlian para PMI, sehingga posisi tawarnya dapat meningkat di pasar kerja luar negeri, seperti dapat mengisi lowongan sektor kerja formal dengan adanya bekal kemampuan teknis (keahlian) para PMI.
Ricky menjelaskan, program peningkatan calon PMI melalui program vokasi di BLK, dilakukan oleh pemerintah utamanya melalui peran BP2MI.
Bahkan, tambah Ricky, upaya meningkatkan keahlian/kemampuan para PMI melalui program vokasi di BLK, dapat pula diberikan bagi PMI yang akan berangkat kembali ke luar negeri (re-entry hiring).
"Karena itu, baik calon PMI ataupun PMI yang akan berangkat lagi akan diberikan pendidikan vokasi melalui BLK-BLK pemerintah yang induk programnya berada di BP2MI," tukas Ricky.
Di mata Ricky, program peningkatan mutu PMI melalui pendidikan vokasi tidak saja dapat meningkatkan posisi tawar PMI di pasar kerja luar negeri atau di lingkungan para pengguna perusahaan, namun sekaligus mampu menunjukkan kemartabatan para PMI yang mulai memberikan jaminan kualitas dan keahliannya.
"Terkait PMI, orientasi ke depannya adalah meningkatkan kuantitas PMI di sektor formal baik yang terdidik atau yang dihasilkan oleh program vokasi PMI di berbagai BLK, dan BP2MI tidak lagi memprioritaskan penempatan PMI sektor domestik," pungkas Ricky. [investor]