Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pasar Respons Positif Kebijakan ‘New Normal’
  Bambang Soetiono   10 Juni 2020
Mukhtarudin (ist)
saat penutupan.

Secara sektoral, saham yang paling menunjukkan positif adalah sektor barang konsumsi yang berhasil naik 6,47 % dan transportasi 5,7 %. Saham perbankan juga mengalami kenaikan dan mempunyai prospek menarik, seperti BBRI 6,1 % dan BBCA 3,1 %, dan BMRI menguat 8,2 %.  Kenaikan juga dikontribusi oleh saham properti, kontruksi dan agribisnis.  Walaupun kenaikan ini sifatnya masih jangka pendek dan masih menyesuaikan dengan perilaku konsumen, namun potensi kenaikan diperkirakan akan terus terjadi di jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu, dalam skenario new normal banyak bisnis bertransformasi dan meningkatkan penggunaan teknologi, sehingga saham-saham yang memiliki bisnis berbasis digital, misalnya saham di sektor telekomunikasi juga akan menjadi semakin menarik bagi investor.

Pasar juga memberi sentimen positif dengan bertambahnya negara yang melonggarkan pembatasan, meskipun Bank Dunia memproyeksi perekonomian global bakal mengalami resesi terburuk selama 80 tahun terakhir.   Melambatnya ekspor serta investasi menjadi penyebab utama kinerja perekonomian yang tertekan dan konsumsi rumah tangga pun tumbuh melambat. Produk Domestik Bruto (PDB) global diperkirakan akan mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 5,2 % tahun ini. Aktivitas perekonomian negara maju akan tertekan hingga 7 %, sedangkan perekonomian negara bekembang akan terkoreksi 2,5 %. Perekonomian negara berkembang dinilai lebih berada dalam bahaya karena sistem kesehatan negara-negara berkembang dianggap kurang kuat jika dibandingkan dengan negara maju. Negara berkembang juga dinilai memiliki keterlibatan yang besar pada rantai pasokan global dan ketergantungan terhadap komoditas dan pasar keuangan dunia.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, perekonomian Indonesia kuartal I-2020 masih tumbuh sebesar 2,97 persen. Meskipun angka tersebut memang lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07 persen dan kuartal IV-2019 yang sebesar 4,97 persen. Namun  dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I ini masih lebih baik. Misalnya, Malaysia hanya tumbuh sebesar 0,7 persen, China hingga minus 6,8 persen, Singapura minus 0,7 persen, Inggris minus 1,6 persen, Korea Selatan 1,3 persen dan Amerika hanya mencapai 0,2 persen (Sumber: The Respective National Statistical Office of the Countries).  

Kuartal I tahun ini menjadi masa-masa terburuk bagi negara-negara di dunia, baik negara Barat maupun Asia selama Pandemi Covid-19. Di tengah-tengah perekonomian dunia yang memburuk, pertumbuhan ekonomi kita masih bisa bertahan di angka positif.  Kita patut mengapresiasi  segala upaya dan langkah yang telah diambil oleh Tim Ekonomi Kabinet Jokowi yang berada di bawah koordinasi Menteri Koordinasi Perekonomian, yang mampu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 masih tetap mencapai angka positif sebesar 2,97 %.  

Di samping itu, pemerintah telah menyiapkan kebijakan dengan berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berdasarkan UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan PERPU No. 1 tahun 2020 dan PP No. 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program PEN untuk Penanganan Pandemi Virus Covid-19 dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan serta Penyelamatan Ekonomi nasional. Program PEN adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonnomian nasional, yang merupakan bentuk respon kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah dalam upaya untuk menjaga dan mencegah aktivitas usaha dari pemburukan lebih lanjut, mengurangi semakin banyaknya PHK dengan memberikan subsidi bunga kredit bagi debitur usaha mikro, kecil dan menengah yang terdampak, mempercepat pemulilhan

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.