Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pasar Respons Positif Kebijakan ‘New Normal’
  Bambang Soetiono   10 Juni 2020
Mukhtarudin (ist)


Oleh: Drs. Mukhtarudin*

 
kabargolkar.com, JAKARTA - Perekonomian negara-negara
di dunia saat ini berada dalam tekanan akibat Pandemi Covid-19. Banyak negara di dunia yang menerapkan kebijakan, seperti lock down ataupun pembatasan sosial, membuat pelaku usaha tak mampu menjalankan bisnis.  Situasi semakin parah, jika waktu yang dibutuhkan untuk mengontrol pandemi ternyata cukup lama. Beberapa perusahaan mengalami kebangkrutan, jutaan penduduk dunia mengalami pemutusan hubungan kerja, pertumbuhan ekonomi semakin melambat dan perekonomian dunia pun menjadi luluh lantak.  

Untuk menangani dampak Pandemi Covid-19 yang semakin memburuk terhadap perekonomian Indonesia setelah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama sekitar tiga bulan, Presiden Jokowi akhirnya telah menugaskan Ketua Gugus Tugas Covid-19 untuk menerapkan kebijakan new normal dengan membuka kembali sembilan sektor dengan resiko ancaman Covid-19 yang rendah, namun menciptakan lapangan kerja yang luas dan mempunyai dampak ekonomi yang signifikan, yaitu: perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, konstruksi, industri, pertambangan, perminyakan, logistik dan transportasi barang.

New normal (normal baru) sendiri dapat diartikan sebagai tatanan baru, yaitu bentuk adaptasi  manusia terhadap kondisi di saat vaksin Covid-19 belum ditemukan, namun aktivitas ekonomi tidak boleh berhenti. Normal baru menuntut kesiapan protokol umum kesehatan, antara lain menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, sedangkan protokol khusus atau sektor ekonomi disusun sesuai jenis dan karakteristik industri. Pembukaan wilayah dan sektor ekonomi ini tetap memperhatikan perkembangan epidemilogi, kesiapan pemerintah, kesediaan alat atau fasilitas kesehatan dan kepatuhan masyarakat, serta bersifat dinamis, sehingga dapat ditutup atau dibatasi kembali.  

Sejauh ini, pasar merespon positif terhadap penerapan kebijakan new normal. Kebijakan untuk mengaktifkan kembali perekonomian ditanggapi secara positif oleh pelaku pasar dengan harapan ekonomi akan kembali bergerak mendekati normal. Sentimen positif ini antara lain ditandai dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar ini berpotensi semakin menguat hingga saat ini berada di kisaran Rp. 13.885 - Rp. 14.080 per dolar AS, dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp. 16.741 per dollar AS di bulan April akibat pandemi Covid-19. Mata uang rupiah yang menguat ini menjadi salah satu indikator optimisme dana asing dalam melihat prospek ekonomi Indonesia. Selama seminggu terakhir, dana asing yang masuk ke pasar saham cukup banyak sebesar Rp 3,1 trilyun (BEI, 8 Juni 2020).

Kebijakan new normal juga menjadi peredam penurunan indeks IHSG selama dua bulan terakhir. Investor merespon positif terhadap pemerintah yang malakukan pelonggaran PSBB dengan penerapan new normal, sehingga mengakibatkan kenaikan di pasar saham. Kepercayaan pasar mulai timbul dan investor mulai berani melakukan pembelian seiring dibukanya aktivitas ekonomi di sejumlah negara, yang memberikan sinyal positif di pasar modal.  Data BEI menunjukkan, IHSG sempat mencapai nilai rendah 3.937.63 pada 23 Maret 2020, namun terus mengalami kenaikan hingga level 4.626, 79 poin. Hingga 8 Juni 2020 IHSG dibuka pada level 4.947,78, dan terus merangkak naik 2, 48 % berada di posisi di level 5.070

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.