Kabargolkar.com - Aliza Gundono menanggapi isu-isu yang terjadi dalam beberapa hari
belakangan ini yang lontarkan oleh beberapa pihak-pihak tertentu, seperti :
Isu yang dilontarkan oleh capres ganjar pranowo atas pemberian nilai 5 kepada penegak hukum saat ini. aliza gunado menanggapi isu ini dengan mengatakan "sebaiknya pak Ganjar mempertanyakan hal itu kepada sekelilingnya saja,
Karena kita tau dari legislatif maupun executive bahwa menkopolhukam nya adalah cawapres pak Ganjar, menkemenkumham nya adalah menteri yang merupakan satu partai dengan pak ganjar, lalu jika kita lihat di legislatif bahwa ketua komisi III DPR RI juga merupakan notabene satu partai dengan pak ganjar juga".
Terkait isu seseorang yang menyatakan bahwa kekuasaan saat ini seperti orde baru,
Aliza gunado menyampaikan "Sebenarnya yang perlu dipertanyakan maksud orde baru itu apa dan siapa? Karena beberapa ciri2/tanda2 orde baru itu:
Pertama, kekuasaan yang tersentralisasi, sedangkan kita tau saat ini tidak ada kekuasaan yang hanya di miliki oleh 1 partai politik namun merupakan gotong royong bersama-sama dari banyak partai, terbukti di kabinet banyak gabungan partai, lalu presiden 2014 & 2019 diusung dari koalisi beberapa partai bahkan partai pengusung utamanya adalah partai PDIP.
Kedua, Jika dikatakan mirip orde baru karena indikasi akan mobilisasi ASN, maka hal ini kita bisa lihat kemungkinan diduga siapa yang mampu melakukan ini, yang pasti adalah kementrian yang menaungi ASN. Dan kita tau MenPANRB adalah petugas partai dari parpol tertentu.
Ketiga, Jika isu dikatakan akan ada mobilisasi tenaga-tenaga perlindungan sosial seperti pendamping PKH, hal ini juga kita bisa duga lemungkinan yang berwenang dan mungkin mampu melakukan hal ini adalah kementerian sosial, dan menteri itupun merupakan petugas partai dari parpol tertentu.
Keempat, Jika isu dikatakan ada indikasi memobilisasi lapas maupun rutan, hal ini juga sama sperti hal diatas yang kemungkinan diduga mampu melakukan hanyalah kementrian yang menaunginya yaitu kemenkumham, yang kita tau kebetulan juga menterinya merupakan petugas partai politik tertentu.
Kelima, Selanjutnya terkait perangkat2 desa yang diduga bisa di takut-takuti nanti kl tidak memenangi salah satu calon maka tidak akan dibantu pembangunan desanya. Hal ini juga sama yang diduga memungkinkan atau yang diduga bisa melakukan demikian merupakan kementrian yang menaunginya dan kita tau kebetulan menterinya juga dari partai tertentu.
Keenam, Salah satu lagi ciri nya adalah ketika intelijen digunakan untuk kepentingan tertentu sperti yang viral saat ini di media-media yaitu diduga pakta integritas antara kabinda salah satu daerah dengan PJ bupati di daerah tersebut untuk mendukung dan memenangkan salah satu capres tertentu untuk memenangkan Ganjar Pranowo