Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Bahlil Lahadalia Pejuang Nasionalis Tangguh: Merombak Struktur Tata Kelola ESDM dari Struktur Nekolim Menuju Struktur Berdaulat
  Muzaki   09 Maret 2026
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia bersama Wakil Ketua Balitbang DPP Partai Golkar, Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni, SH., M.Si.
Lahadalia dapat dibaca sebagai artikulasi political will negara untuk menempatkan energi sebagai fondasi pembangunan nasional.

Pembahasan

Pancasila dan Politik Pembangunan Energi

Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya berfungsi sebagai landasan etik, tetapi juga sebagai arah ideologis bagi kebijakan pembangunan. Nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi permusyawaratan, dan keadilan sosial mengandung konsekuensi bahwa pengelolaan sumber daya strategis harus ditempatkan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Dalam sektor energi, hal ini berarti bahwa negara tidak dapat sekadar menjadi regulator pasif yang menyerahkan pengelolaan energi kepada logika pasar, tetapi harus hadir sebagai pengarah, pengelola, dan penjamin keadilan distribusi.

Dalam perspektif negara pembangunan, sektor energi selalu menempati posisi penting karena menjadi penopang industrialisasi, transportasi, konektivitas ekonomi, dan produktivitas sosial. Negara negara yang berhasil melakukan lompatan modernisasi umumnya memiliki kapasitas kuat dalam mengelola energi sebagai infrastruktur dasar pembangunan. Dengan demikian, politik energi sesungguhnya adalah politik tentang bagaimana negara mengelola sumber daya strategis untuk membangun basis kekuatan nasional. Energi bukan hanya soal pasokan, tetapi juga soal daya saing, ruang fiskal, stabilitas sosial, dan otonomi ekonomi.

Atas dasar itu, Pancasila dapat dibaca sebagai working ideology dalam sektor energi ketika ia hadir dalam bentuk kebijakan yang memastikan energi tersedia, terjangkau, merata antar wilayah, dan menopang produktivitas rakyat. Artinya, keberhasilan pengelolaan energi tidak hanya diukur dari angka produksi atau investasi, tetapi juga dari sejauh mana sektor ini memperkuat kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan nasional.

Kapabilitas Energi Indonesia sebagai Fondasi Kedaulatan dan Kesejahteraan

Kapabilitas energi pada dasarnya menunjukkan kemampuan nasional untuk menjadikan energi sebagai dasar pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan daya saing bangsa. Energi yang cukup dan andal memungkinkan industri berproduksi, rumah tangga hidup layak, UMKM bertahan, serta layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan berjalan dengan baik. Karena itu, energi harus dilihat sebagai prasyarat substantif bagi pembangunan nasional.

Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam hal sumber daya energi. Batubara, gas, panas bumi, tenaga air, surya, dan mineral strategis memberi fondasi material yang kuat bagi pengembangan sistem energi nasional. Produksi energi primer yang besar menunjukkan bahwa Indonesia tidak miskin sumber daya. Namun persoalannya bukan semata pada ada atau tidak adanya sumber daya, melainkan pada bagaimana sumber daya tersebut diubah menjadi kekuatan nasional yang menopang kesejahteraan rakyat dan industrialisasi.

Dari sisi kesejahteraan, akses energi berhubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Listrik yang andal mendorong aktivitas ekonomi rumah tangga, mendukung pendidikan, memperbaiki kualitas layanan kesehatan, dan memperluas konektivitas sosial. Karena itu, kapabilitas energi yang kuat harus berarti kemampuan negara menjadikan energi sebagai sarana pemerataan pembangunan, bukan hanya sarana akumulasi ekonomi pada wilayah dan kelompok tertentu.

Kapasitas Energi Indonesia, Negara, dan Kelembagaan

Berbeda dengan kapabilitas yang berbicara mengenai kemampuan substantif negara mencapai tujuan pembangunan, kapasitas energi lebih berkaitan dengan kemampuan kelembagaan negara dalam merumuskan, melaksanakan, mengoordinasikan, dan mengawasi kebijakan energi. Kapasitas ini mencakup kualitas regulasi, koordinasi pusat dan daerah, kemampuan birokrasi, kepastian investasi, kesiapan infrastruktur, serta daya pengawasan terhadap potensi rente.

Secara empiris, Indonesia memiliki kapasitas energi yang besar, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan pembangunan yang efisien. Struktur pasokan energi masih didominasi energi fosil, sistem kelistrikan masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, dan ketergantungan pada impor minyak tetap

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.