Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Catatan dari ASEAN Future Forum 2026, Masa Depan Kerjasama Partai Politik di Asia Tenggara
  Muzaki   30 Juni 2026
Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D, Pokja Hubungan Luar Negeri DPP Partai Golkar

Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D
Pokja Hubungan Luar Negeri DPP Partai
Golkar 

KabarGolkar - Partisipasi saya dalam Roundtable Discussion “Southeast Asian Political Parties Role in Building the ASEAN Community” di Hanoi pada 8 Juni 2026, yang diselenggarakan oleh Diplomatic Academy of Vietnam dalam kerangka ASEAN Future Forum 2026, menjadi pengalaman berharga. Untuk pertama kalinya, perwakilan partai politik dari seluruh Asia Tenggara duduk bersama para pakar dan cendekiawan, bertukar gagasan tentang penguatan peran politik dalam pembangunan Komunitas ASEAN. Inisiatif ini merupakan langkah nyata mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2045 di tengah dinamika regional dan global yang semakin kompleks. 

Forum ini menjadi percontohan penting bagi lembaga kajian lintas partai di Asia Tenggara yang direncanakan berlangsung rutin sebagai agenda sideline AFF. Tujuannya untuk memicu pertukaran substantif guna memperkuat komitmen bersama terhadap persatuan, sentralitas, dan solidaritas ASEAN. Antusiasme tinggi terlihat dari peserta, mulai dari Partai Revolusioner Rakyat Laos, Partai Demokrat dan Pheu Thai (Thailand), Partai Aksi Rakyat Singapura, Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Partai Rakyat Kamboja, CNRT dan Fretilin (Timor Leste), Partai Komunis Vietnam, serta Partai Golkar dan PDI-P dari Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen Manh Cuong, mengemukakan gagasan menarik bahwa kanal komunikasi antar partai politik dapat berfungsi sebagai jalur diplomasi alternatif atau Track Two Diplomacy. Dalam diplomasi formal antarnegara, protokol dan kebuntuan seringkali menghambat diskusi isu sensitif. Komunikasi antar partai yang lebih cair dan informal diharapkan mampu menjadi jembatan pemecah kebuntuan, membuka peluang bagi ASEAN untuk memiliki saluran dialog yang lebih luwes namun tetap konstruktif.

Pengalaman Singapura menjadi studi kasus terkuat. Dengan sumber daya alam terbatas, negara tersebut bangkit menjadi kekuatan ekonomi ASEAN melalui disiplin ketat dalam good governance, perencanaan jangka panjang matang, dan birokrasi efektif. Berdasarkan laporan Bank Dunia, PDB per kapita Singapura mencapai sekitar USD 90.674 pada 2024, jauh di atas rata-rata ASEAN. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Partai Aksi Rakyat (PAP) dalam menciptakan stabilitas politik dan kebijakan ekonomi yang konsisten, mengutamakan pendidikan, inovasi, dan keterbukaan terhadap investasi asing. 

Paparan tentang kemajuan ekonomi Vietnam tak kalah menarik. Dalam dekade terakhir, Vietnam menjelma menjadi tujuan investasi manufaktur terkemuka di Asia. Data Badan Statistik Vietnam menunjukkan pertumbuhan PDB mencapai 8,02% pada 2025, salah satu tertinggi di dunia. Pemerintah Vietnam secara disiplin membangun efektivitas birokrasi, menyederhanakan perizinan investasi, dan memberikan insentif fiskal kompetitif. Kemudahan berusaha ini membawa dampak nyata: gelombang relokasi pabrik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, ke Vietnam. 

Fenomena ini patut menjadi perhatian serius. Data Kementerian Perindustrian RI mencatat pada periode 2021-2025, lebih dari 30 perusahaan besar dari sektor tekstil, alas kaki, dan elektronik menutup operasi di Indonesia atau mengurangi kapasitas produksi secara signifikan

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.