Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
MENGAPA TARGET PRODUKSI KEDELAI HANYA 0,38 TON SEDANGKAN KEBUTUHAN NASIONAL SEKITAR 2,7 JUTA TON ?
  Muzaki   18 Agustus 2026
350.000 ton. Jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan dengan total kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 2,6 hingga 2,9 juta ton.

Harus ada Intervensi Pemerintah jika ingin meraih Surplus Kedelai

Untuk mencapai swasembada kedelai, Indonesia memerlukan kebijakan komprehensif dari hulu hingga hilir, yang mencakup perlindungan harga jual petani agar menguntungkan, penyediaan benih unggul, perluasan lahan tanam, serta pengaturan tata niaga yang di dalamnya ada kemitraan antara pelaku industri dengan petani dan adanya pengendalian impor yang tegas.

Beberapa kebijakan pemerintah yang perlu dilakukan agar produksi kedelai di dalam negeri bisa surplus, petani kedelai sejahtera termasuk untuk membangun perekonomian petani seperti :

Pertama adalah masalah klasik bagi petani Indonesia adalah ketersediaan lahan, saat ini hanya 25 persen petani memiliki lahan, itupun tidak luas, rata-rata kepemilikan lahan petani hanya 3.000  meter persegi. Ada 75 persen petani tidak memiliki lahan, mereka adalah petani penyewa lahan, penggarap lahan dan buruh tani. 

Apakah ada kebijakan pemerintah yang dikeluarkan agar petani kedelai bisa memiliki atau mendapatkan ijin untuk menggarap lahan pemerintah untuk menanam kedelai ? 

Kedua adalah pemerintah membuat aturan kemitraan antara petani dengan pelaku industi kecap, susu kedelai dan tahu tempe, peraturan tersebut dibuat agar ada kepastian pasar bagi petani kedelai termasuk kepastian bagi pengusaha terkait sumber bahan bakunya.

Ketiga adalah kebijakan impor kedelai harus dibatasi, jika kebijakan impor kedelai tidak dibatasi maka petani tidak akan bergairah untuk menanam kedelai karena harga kedelai impor lebih murah dari kedelai lokal

Keempat adalah rata-rata hasil panen dari varietas kedelai lokal masih berkisar 1,6 ton per hektar, pemerintah perlu mengeluarkan varietas kedelai lokal untuk meningkatkan produktivitas sehingga ketergantungan impor bisa ditekan dan bisa menarik minat petani untuk menanam kedelai kembali. Perlu ada varietas unggul baru dengan potensi hasil panen sekitar 3 sampai 4 ton per hektar dan umur panen yang lebih singkat.

Penutup

Permasalahan-permasalahan yang sudah dijelaskan di atas tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada upaya dari pemerintah dan menemukan solusinya. Pemerintah tidak bisa selamanya hanya mengandalkan impor kedelai untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, sementara di sisi lain negara kita memiliki varietas lokal dan produk unggulan yang berasal dari tanah air yaitu tahu tempe dan kecap.

Penulis :
Tonny Saritua Purba
- Pokja Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar
- Ketua Bidang Tani dan Nelayan Depinas SOKSI

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.