Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
DIKLATDA AMPG: Mencetak Kader, Menyiapkan Pemimpin
  Muzaki   29 September 2026

Oleh: Muyassar Nugroho, S.H., M.H.
Ketua Bidang Kaderisasi PP AMPG
dan Sekretaris BADIKLAT PP AMPG

Kaderisasi bagi saya bukan sekadar agenda organisasi. Kaderisasi adalah investasi untuk menyiapkan manusia yang akan memimpin masa depan.

Karena itu, DIKLATDA Tingkat I AMPG di seluruh Pimpinan Daerah (PD) AMPG Provinsi se-Indonesia harus kita tempatkan lebih dari sekadar kegiatan pendidikan kader. DIKLATDA harus menjadi ruang pembentukan karakter, kapasitas, kepemimpinan, dan integritas kader muda Partai Golkar.

Kita tidak ingin mencetak kader yang hanya mampu bergerak. Kita ingin mencetak kader yang mampu berpikir, bekerja, dan memberikan solusi.

Tantangan Indonesia semakin kompleks. Transformasi digital, kecerdasan buatan, ekonomi, geopolitik, energi, pangan, lapangan kerja, hingga perubahan sosial menuntut hadirnya generasi politik yang memiliki kemampuan teknokratik.

Kader muda hari ini harus mampu membaca data, memahami kebijakan publik, menguasai teknologi, memahami hukum dan ekonomi, sekaligus memiliki wawasan kebangsaan dan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.

Inilah mengapa gagasan “Kader Teknokratik, Pilar Kepercayaan Rakyat” menjadi sangat penting.

Kepercayaan rakyat tidak lahir dari slogan. Kepercayaan dibangun melalui kapasitas, integritas, rekam jejak, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Sebagai penggerak kaderisasi, saya ingin DIKLATDA menjadi starting point bagi lahirnya tradisi baru: kader yang gemar membaca, berani berdiskusi, mampu menguji gagasan, terbiasa menggunakan data, dan berani mengambil tanggung jawab.

Kita juga harus mempersiapkan kader menghadapi 2029. Namun, persiapan menuju Pemilu dan Pilkada 2029 tidak boleh dimaknai sebatas persiapan memenangkan kontestasi.

Yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan kualitas manusia politiknya.

Kader harus siap menjadi anggota legislatif, kepala daerah, pejabat publik, profesional, pengusaha, akademisi, maupun pemimpin masyarakat. Dengan demikian, kaderisasi hari ini menjadi investasi kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Di tengah pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kader muda juga perlu memahami agenda pembangunan nasional secara substantif. Dukungan terhadap pembangunan tidak cukup berhenti pada dukungan politik, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi, pengawalan, masukkan yang konstruktif, dan gagasan yang solutif.

Di internal Partai Golkar, konsolidasi kader muda juga harus berjalan searah dengan kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Konsolidasi tidak boleh hanya menyatukan struktur, tetapi juga harus menyatukan visi, kompetensi, disiplin organisasi, dan orientasi pengabdian.

Karena itu, DIKLATDA Tingkat I di seluruh provinsi harus memiliki satu standar kaderisasi nasional, tetapi tetap mampu membaca karakter dan persoalan masing-masing daerah.

Bagi saya, ukuran keberhasilan DIKLATDA bukan berapa banyak peserta yang hadir atau sertifikat yang diterbitkan.

Pertanyaan terpenting adalah:

Kader seperti apa yang lahir setelah mengikuti DIKLATDA?

Jika mereka pulang dengan kapasitas yang lebih baik, cara berpikir yang lebih matang, integritas yang lebih kuat, dan keberanian untuk mengabdi, maka kaderisasi telah menemukan maknanya.

Sebab, DIKLATDA bukan garis akhir. DIKLATDA adalah garis start.

Start untuk belajar.

Start untuk mengabdi.

Start untuk memimpin.

Kita mungkin tidak dapat menentukan siapa di antara kader hari ini yang kelak menjadi pemimpin Indonesia

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.