Jakarta – Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Said Aldi Al Idrus menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan bantuan kepada Dipo, korban kecelakaan tunggal yang telah mengalami kelumpuhan selama 14 tahun.
Bantuan tersebut berupa ranjang pasien serta biaya pengobatan selama enam bulan. Penyerahan dilakukan setelah rangkaian konsolidasi PP AMPG yang dirangkaikan dengan pembukaan Diklatda I sekaligus Pengukuhan PD AMPG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masa bakti 2025-2030.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balitong Resort, Pasir Padi, Temberan, pada Sabtu-Minggu 26-27 September 2026. Turut hadir Sekjen PP AMPG Ubaidillah, Waketum Bidang OKK Zico Odang, Ilham Akbar beserta jajaran, serta Ketua PD AMPG Babel Putra Dwijasa Altolika bersama jajaran pengurus daerah.
Said Aldi mengatakan bantuan kepada Dipo merupakan wujud kepedulian AMPG terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, aksi sosial tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia agar keberadaan kader dapat memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat meringankan biaya perawatan sekaligus penyemangat kepada Dipo, agar tetap bisa berkarya meskipun dengan kondisi tubuh yang kurang sehat,” ujar Said Aldi.
Selain kegiatan sosial, Said Aldi menekankan pentingnya pelaksanaan Diklatda sebagai bagian dari proses penguatan kaderisasi AMPG. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai organisasi, tetapi juga membekali kader dengan kepemimpinan, wawasan organisasi, kemampuan strategis, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Ia menilai dinamika politik yang bergerak cepat, terutama di kalangan generasi muda, membutuhkan kader yang memiliki kapasitas dan mampu membaca berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Intinya, kaderisasi tak cukup jika hanya menghasilkan kader yang paham struktur dan organisasi. Kapasitas juga dituntut mewakili relevansi ketika dibawa ke tengah masyarakat,” tegas Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar ini.
Said Aldi menambahkan, penguatan kaderisasi perlu berjalan beriringan dengan aktivitas sosial. Menurutnya, pendekatan tersebut harus selaras dengan arah politik partai, sehingga kader muda tidak hanya memahami kerja organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan semangat pengabdian kepada bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta Tanah Air serta kepedulian sosial kepada kader AMPG. Dengan demikian, kaderisasi tidak berhenti pada pengisian struktur organisasi, tetapi menghasilkan kader yang mampu memberikan kontribusi ketika berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat.
Menurut Said Aldi, pelaksanaan Diklatda I PD AMPG Babel menjadi salah satu momentum untuk melihat sejauh mana proses kaderisasi mampu membentuk anak muda yang siap menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Jadikan Diklat I PD AMPG Babel ini bukan hanya mencetak kader hanya siap masuk struktur, tapi kader yang mengetahui apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan persoalan nyata. Karena Suara Golkar, Suara Rakyat,” pungkas Said Aldi.