Kilas Balik HWK: Penjalin, Pemintal dan Penjahit Bagi Kebersamaan Wanita Karya
Oleh Nyoman Suardhika · · Opini
HWK hadir sebagai wadah penggodokan pemikiran. Banyak ahli pemikir dari berbagai bidang bergabung. Dengan kekuatan itulah dihasilkan kebulatan tekad yang lebih luas lagi, yakni perjuangan untuk kepentingan perempuan Indonesia secara luas. Dari sisi politik, tentulah membantu kemenangan bagi Golkar saat itu. HWK menjadi wadah aspirasi bagi wanita Golkar yang bertujuan menyatukan pikiran dan gerak langkah dalam rangka mensukseskan perjuangan Golkar, tanpa mengurangi eksistensi atau kemandirian kegiatan masing-masing organisasi pendukung.
Dalam perjalanannya, HWK banyak berkontribusi pada pergerakan pembangunan masyakat sampai ke desa. Sehingga, pada 5 tahun pertama HWK berhasil membangun akses jaringan ke 27 propinsi dengan menyelenggarakan pendidikan bagi wanita di tingkat desa sebagai pelaku pembangunan di berbagai sektor.
Proses pencapaian tidak hanya berhenti di lima tahun pertama. Dalam memasuki tahun ke enam, HWK mampu menguatkan tujuannya untuk membantu program pemerintah, terutama di bidang kesejahteraan sosial dengan daerah pedesaan sebagai sasaran utama. Kegiatan-kegiatan itu dilakukan di bidang sosial budaya, sosial ekonomi, dan pendidikan, serta meningkatkan peran wanita dan profesi. Berbagai kerjasama dilakukan oleh HWK untuk mencapai tujuan tersebut, baik dengan pemerintah maupun dengan lembaga dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya, termasuk dengan organisasi wanita asing.
Kilas balik awal itu menunjukkan betapa HWK terlibat sebagai perintis dalam memajukan peranan wanita. Era yang dikenal sebagai emansipasi wanita dalam pembangunan. Gerakan yang jauh melampaui gerakan feminisme yang baru muncul pada tahun 1990 an secara global.
Penulis, Adalah Pengurus Aktif Himpunan Wanita Karya