Kabargolkar.com Kaltim - Ditengah pendemi wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang
mewabah bukan hanya di indonesia saja tapi sudah seluruh dunia
Anggota dewan Marsidik, SE yang juga politikus dari partai Golkar menyikapi dan menyarankan kepada masyarakat alangkah lebih baik saat ini kita mematuhi apa yang sudah dianjurkan pemerintah berdiam diri di rumah saja, saat di wawancara via handphone senin (13/4)
"Kegiatan saya di dewan untuk sementara juga belum maksimal untuk ke kantor karena saat ini kita mengikuti anjuran pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 dari pada bikin aktifitas nanti ada anggota yang terkena itu lagi yang menjadi pikiran jadi lebih baik stay in home
Dan saya sangat setuju masalah pemotongan gajih mau semuanya gajih saya di potong saya tidak masalah asal demi kepentingan masyarakat yang sekarang sangat membutuhkan karena adanya musibah ini dan saya di dewan bukan cari kekayaan tapi saya mau bermanfaat bagi masyarakat serta orang banyak," jelasnya
Ia juga menjelaskan terkait pembagian sembako dan pemasangan stiker yang bertuliskan warga miskin saya cuma menyarankan jangan sampai di tempel stiker begitu, Coba liat di facebook saya banyak yang komentar pro dan kontra tapi lebih banyak yang tidak setuju
Saya sudah menghubungi Kadisos Kutim Jamiatulkhair menjelaskan bahkan di lapangan ada yang berplat merah mendapatkan bantuan juga belum tepat sasaran bahkan masih banyak warga yang berhak menerima bantuan sampai sekarang belum juga mendapatkan, bukan artinya saya mempersoalkan masalah stiker itu tapi kita menjaga perasaan si penerima bantuan.
Dan sekarang di rubah lagi kalimat stiker Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinsos Kutim. "Yang mana dalam stiker kalimat bahasanya warga yang terdampak corona, dan saya juga sudah menanyakan ke pak Jami kalau seperti itu stikernya semua pasti terdampak dengan virus 19 ini mau kaya atau miskin semua kena imbas nya semua pantas di bantu,"terangnya
Marsidik menanyakan terkait anggaran untuk penanggulangan covid 19 yang dialokasikan ke Dinsos Kutim? "Saya mendapatkan jawaban dari pak Jami dengan rumusan sebagai berikut dari total keseluruhan 25 miliar di bagi menjadi tiga tahap pembagian dari dana anggaran 40 Miliyar Sedangkan dana pribadi dewan saya sudah menanyakan ke ibu Asti ternyata dana tersebut belum masuk ke dinsos