14 Agustus 2020
Soal Kerumunan di CFD, Ini Kritik Basri Baco Buat Pemda DKI
  Bambang Soetiono
  23 Juni 2020
  • Share :
Basri Baco

kabargolkar.com, JAKARTA - Gelar hari tanpa kendaraan pertama setelah masa PSBB di DKI Jakarta menjadi pembicaraan. Ramainya masyarakat yang tumpah ruah di  car free day (CFD) pada Minggu (21/6/2020) menuai kritikan keras.

Basri Baco, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI melontarkan kritik keras kepada Pemprov DKI Jakarta soal kerumunan orang di car free day (CFD) itu. Menurut penilaiannya, kerumunan itu terjadi karena Pemprov DKI lepas pengawasan. Akibatnya, pelaksanaan protokol kesehatan tidak dapat dijalankan secara maksimal.

Legislator Partai Golkar mengatakan, kerumunan akibat lemahnya pengawasan Pemporv DKI ini sangat berbahaya. "Menurut saya, Pemda lepas kontrol dan sangat berbahaya," ujarnya. 

Lebih jauh, Basri Baco mengungkapkan potensi munculnya gelombang kedua virus covid-19 dengan adanya kerumunan itu. Apalagi, mengingat kegiatan CFD berpotensi terus ramai karena diminati masyarakat, namun pelaksanaan protokol kesehatan yang tidak ketat pada saat itu. ""Pasti (terjadi). Apalagi protokol kesehatannya tidak ketat," lanjutnya.

Sebagai informasi, pada kegiatan Car Free Day itu, terliha antusiasme warga hadir, baik untuk berolahraga, berlari, maupun bersepeda. Walau sudah ada batasan, namun terlihat banyak warga yang tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan juga banyak terlihat anak kecil bi bawah usia 9 tahun dan juga lansia yang rentan terkena virus corona.

Basri pun mengusulkan agar Pemprov menunda pelaksanaan CFD. Bila tidak dapat ditunda pelaksanaannya, setidaknya membatasi pengunjung di CFD ini. "Waspada gelombang kedua penularan (COVID-19). Tunda atau batasi pengunjung CFD. Edukasi jangan pernah berhenti," pungkasnya.

 

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.