Kabargolkar.com - Kondisi demokrasi Indonesia di masa pandemik Covid -19 berangsur membaik mencapai 67 persen sejak bulan Juni 2020 lalu.
Hal ini sebagaimana hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis, Senin (24/8/2020). Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPR RI yang juga politisi Partai Golkar Meutya Hafid menilai bahwa tren itu membaik lantaran tidak hanya lembaga negara yang melakukan kritikan, tapi juga masyarakat secara umum.
“Angkanya cukup tinggi, tepatnya 67 persen yang menganggap pelaksanaan demokrasi ini cukup baik,” ujar Meutya dalam acara diskusi membahas survei tersebut, Minggu(23/8/2020).
Menurutnya, pada masa sulit seperti sekarang ini wajar adanya penurunan atau kenaikan angka demokrasi terjadi. Semua pihak tentu berharap gejala ini bisa diatasi dengan baik.
“Angka-angka penurunan kami anggap gejala yang normal, insyaAllah bisa kita perbaiki dan memang trennya sudah mulai ada perbaikan,” ucapnya.
Legislator Asal Sumatera Utara ini berharap pemerintah kerja lebih keras lagi agar dapat memberikan laporan kepada masyarakat tentang kinerjanya selama menghadapi krisis akibat pandemik Covid-19 ini.
“Mudah-mudahan jika kinerja pemerintah bisa digaspol lagi dengan lebih baik dalam berbagai aspek, maka tren ini bisa kembali tertinggi terhadap pelaksanaan demokrasi bulan Maret 2020,” tandasnya.