Kabargolkar.com - —Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten menggelar Banten
Millenials’ Leadership Forum 2020 secara daring untuk mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Banten. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka mengembangkan pengetahuan dan kompetensi khususnya bagi GenBI serta mahasiswa di Provinsi Banten, terkait perkembangan ekonomi dan keuangan digital. Sebagai salah satu narasumber, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin sampaikan kiat-kiat sebagai modal bagi pemuda Indonesia dalam menghadapi tantangan dan dinamika ke depan.
“Tantangan untuk menjadi anggota parlemen dan perjuangan ketika telah menjabat tentu tidaklah mudah. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti ini, kami di Komisi XI terus aktif mengawal serangkaian kebijakan pemerintah dan otoritas terkait penanggulangan COVID-19 beserta dampaknya. Dari pandemi ini kita semua belajar untuk dapat tetap produktif dengan menyesuaikan cara bekerja dan menuntut ilmu,” papar Puteri dalam sesi webinar yang bertajuk “Memimpin Perubahan di Masa Pandemi” pada Jumat (23/10/2020).
Lebih lanjut, Ketua Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI) ini juga menyampaikan beberapa kiat yang dapat diterapkan pemuda dalam meningkatkan kualitas diri di tengah era digitalisasi.
“Yang paling utama harus kita lakukan adalah mengenali kelebihan atau keahlian diri kita sendiri dan jadikan hal tersebut sebagai senjata untuk meraih tujuan. Dalam prosesnya, kita tetap harus tanamkan etos kerja yang tinggi, seperti sifat disiplin, jujur, dan tekun. Kita juga harus melatih jiwa kepemimpinan, penyelesaian masalah, dan berpikir kritis dengan cara mengikuti berbagai kegiatan maupun organisasi kepemudaan yang positif. Halhal ini harus kita bangun dari sekarang, agar nanti ketika memasuki dunia profesional, kita dapat memanfaatkan potensi kita dengan maksimal,” tutur Puteri.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah yang berpesan bahwa kepemimpinan itu berangkat dari kesiapan diri dalam menghadapi setiap tantangan perubahan.
“Pandemi ini turut mempercepat transformasi digital, dimana semuanya mulai beralih ke virtual yang menjadi suatu tantangan tersendiri. Makanya, saya berharap, teman-teman dapat menjalani dan mempersiapkan diri untuk jadi pemimpin terbaik, yang harus dicoba dengan memimpin diri sendiri. Karena yang tahu kondisi kita, adalah diri kita sendiri. Tidak perlu jadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri. Jangan sibuk memikirkan orang lain, padahal diri kita masih ada kekurangan,” ujar Arief.
Menutup paparannya, Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini kembali menekankan pentingnya adaptasi bagi pemuda untuk menghadapi tantangan globalisasi dan pesatnya pertumbuhan digitalisasi.
“Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang terjadi saat ini menitipkan pesan bagi generasi muda Indonesia untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan. Kita harus mampu memanfaatkan kondisi ini untuk tetap berinovasi sehingga menjadi keunggulan tersendiri bagi kaum milenial di antara kalangan usia produktif