Kabargolkar.com - Krisis politik yang melanda Myanmar hingga kini masih berlangsung. Krisis politik berawal
adanya aksi perebutan kekuasaan secara paksa atau kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap pemerintahan sipil di negara itu.
Selain itu, militer Myanmar juga melakukan penahanan terjadap sejumlah pejabat tinggi sipil negara tersebut, salah satunya tokoh peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi.
Kudeta tersebut mendapatkan penolakan berupa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga sipil Myanmar. Namun, aksi unjuk rasa tersebut mendapatkan tindak kekerasan dari tentara Myanmar hingga menimbulkan korban jiwa.
Mengutip pernyataan presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mendesak pemerintahan junta di Myanmar segera menghentikan kekerasan dalam menindak demonstrasi antikudeta.
Presiden Jokowi mengatakan akan berbicara dengan Sultan Brunei Darussalam dan meminta diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi ASEAN membahas kondisi di Myanmar.
"Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan konferensi pers secara virtual seperti dikutip oleh Kabargolkar.com dari laman Pikiranrakyat.com, Sabtu (20/21/2021).
Dalam perkembangan koteksnya, Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani mengapresiasi adanya usulan Indonesia melalui pernyataan Presiden Joko Widodo yang mendorong dilaksanakannya Asean High Level Meeting atau pertemuan tingkat tinggi ASEAN untuk Isu Myanmar.
Dalam pandangan Christina Aryani, bahwa posisi Indonesia yang sudah menginisiatif akal hala rencanan peretemuan tingkat tinggi ASEN ini, tentunya dituntut lebih berperan aktif lagi dalam mendorong upaya-upaya penyelesaian secara damai terhadap perkembangan terkini di Myanmar.
“Selain apresiasi, kami juga ingin memastikan usulan ini dapat segera direalisasikan. Kami mendorong Kementerian Luar Negeri mulai melakukan langkah-langkah konkret sehingga arahan Presiden Jokowi segera dilaksanakan,” Tulis Legisaltor Golkar tersebut dalam salinan rilisnya, Minggu (21/3/2021).
Selain itu, langkah yang diambil oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menjadi perhatian lebih dalam upayanya menjalin perkembangan tanggapi isu yang terjadi di Myanmar, dan apa yang dialakukan oleh Retno Marsudi bisa menjadi modal utama membangun diplomasi di tingkat ASEAN bisa tercapai.
" Kami mengapresiasi upaya-upaya keras yang sudah dilakukan Menlu Retno selama ini, yang bisa menjadi modal utama membangun diplomasi di tingkat ASEAN agar High Level Meeting (HLM) bisa segera terealisasi,'' tukas Christina.
Sebagai bagian dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), pengambilalihan kekuasaan secara paksa oleh militer yang berlangsung di Myanmar saat ini tentu menjadi perhatian dunia internasional. Respons ASEAN sangat signifikan dalam konteks menjaga keberlangsungan demokratisasi di Myanmar.
" Langkah ASEAN tentunya sangat ditunggu-tunggu bukan saja oleh masyarakat Myanmar yang mendorong demokratisasi tetapi juga oleh dunia internasional. Oleh karenanya inisiatif seperti ini perlu ditindaklanjuti sesegera mungkin, termasuk jika diperlukan HLM bisa dilanjutkan dengan ASEAN Summit," Imbuh Christina Aryani.
Menutup keterangannya, Christina mengajak ASEAN menemani Myanmar untuk mewujudkan perdamaian di dalam negerinya akan menjadi langkah besar dan penting dalam mewujudkan cita-cita stabilitas keamanan di Asia Tenggara menyuarakan dan mengupayakan terselenggaranya dialog guna mendapatkan penyelesaian terbaik bagi rakyat Myanmar.
" Bagi Indonesia, keselamatan rakyat Myanmar menjadi concern utama