Kabargolkar.com - Berbagai terobosan kebijakan afirmasi dan penguatan peran perempuan dalam politik terus diupayakan. Hal itu dikarenakan peran politik perempuan merupakan pilar utama pembangunan sosial ekonomi. Potensi dari peran dan partisipasi perempuan khususnya juga menjadi instrumen efektif dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Hetifah Sjaifudian dalam dialog media sosial bersama akun @golkar2024 bertajuk 'Partisipasi Perempuan Dalam Politik Era Digital', pada Selasa (27/4/2021).
Hetifah menyebut keikutsertaan perempuan dalam pengambilan keputusan dapat mempengaruhi hidup komunitas suatu masyarakat dan menjadi bagian penting bagi integritas demokrasi.
"Peran perempuan sendiri dapat mendukung ketahanan demokrasi suatu negara. Untuk itu, diperlukan peningkatan keterlibatan perempuan dalam proses demokratisasi," ujar Hetifah.
Saat ini, kata Hetifah, minat dan pengaruh kaum perempuan untuk terjun dalam perumusan kebijakan publik cukup meningkat. Dimana perempuan semakin menyadari melalui politik mereka memiliki pengaruh untuk membantu masyarakat lebih banyak lagi.
"Di tahun 2019, kader perempuan yang mengikuti kontestasi meningkat sebanyak 40 persen, hal ini diikuti dengan tingkat keterpilihannya yang mencapai 60 persen," kata Hetifah.
Meski demikian, kata Hetifah, jumlah tersebut masih sedikit dibandingkan keterpilihan laki-laki dalam kontestasi politik. Pasalnya masih banyak anggapan bahwa untuk terjun ke dalam politik membutuhkan biaya yang mahal. Untuk itu, melalui era digital, DPP Partai Golkar mengajak kaum milenial dan perempuan melalui sosial media.
"Perempuan yang sudah terjun ke dalam politik harus menjadi role model. Karena kita menjadi sorotan yang akan dilihat kinerjanya, dan peran kita sebagai perempuan dalam pengambilan keputusan. Upaya sosialisasi melalui sosial media sebagai pilihan utama yang cukup signifikan mempengaruhi perilaku memilih rakyat khususnya anak muda dan perempuan," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut.
Lebih lanjut kata Hetifah, DPP Partai Golkar memiliki dua sumber andalan kaderisasi, yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Sebab, lanjutnya, organisasi sayap sangat aktif dalam melakukan sosialisasi partisipasi berbagai kalangan untuk meyakinkan perempuan dan anak muda agar menjadi subyek politik, bukan hanya sekedar objek proses politik. [sindonews].