Kabargolkar.com - Legislator Golkar, Yahya Zaini mengingatkan, beragam kesulitan yang dihadapi pemerintah terkait vaksin COVID-19 jangan sampai membuat turunnya kualitas, bahkan dapat rusak, ketika akan disuntikkan ke masyarakat.
"Inilah yang harus terus diawasi. Jangan sampai sia-sia vaksinnya. Di sini pemerintah harus menjamin kualitas vaksin yang ada, dari sejak produksi, distribusi, hingga digunakan ke masyarakat, itu semua aman dan efektif," ujar Yahya, Rabu (5/5/2021).
Selanjutnya, Yahya mengimbau supaya pemerintah tidak bersikap asal dalam proses merawat atau menyimpan vaksin yang telah tersedia.
Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan bahwa vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8 ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas. Apakah semua pihak telah menggunakan standar yang sama?
"Kita pantau terus bahwa vaksin patut aman secara distribusi sekaligus ruang penyimpanannnya memenuhi standar prosedur yang layak. Supaya vaksinasi memang ada hasilnya untuk menghentikan pandemi ini," ucap Yahya.
Tidak kalah penting, penggunaan perangkat pendingin sesuai standar teknis adalah kunci utama memastikan keamanan vaksin sampai ke masyarakat. Bahkan, Direktorat P2P melalui petunjuk teknis pelayanan imunisasi/vaksinasi selama pandemi COVID-19 dituliskan bahwa pada setiap cold box atau vaccine carrier harus disertai dengan indikator pembekuan.
Oleh sebab itu, bagi Yahya, sinergi dengan pihak lain maupun sosialisasi informasi rutin ke publik dirasa penting diimplementasikan pemerintah agar membentuk keyakinan yang kokoh terhadap program vaksinasi.
Pada awal 2021 saat meninjau Gudang penyimpanan vaksin sinovac Gubernur Jawa Tengah mewanti-wanti seluruh aparatur Provinsi Jawa Tengah. Rantai dingin atau cold chain menjadi sistem alur yang menjamin kualitas vaksin tidak rusak. Untuk itu diperlukan fasilitas penunjang seperti lemari es dan freezer untuk menyimpan vaksin, serta dan kotak penahan dingin (vaccine carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan
"Sistem distribusinya dan secara aturan memang ini tidak gampang mengelolanya, harus betul-betul prudent, hati-hati betul. Istilahnya harus ada rantai dingin, cold chain," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Sebelumnya, pemerintah menargetkan sebanyak 181,5 juta atau 70 persen masyarakat Indonesia dapat disuntik vaksin COVID-19 sehingga dapat menciptakan kekebalan komunitas.
Sesuai protokol keamanan serta menjaga kualitasnya, maka vaksin harus disimpan di area pendingin khusus atau cold chain dengan temperatur 2-8 derajat celcius. [detik.com]