Kabargolkar.com - Sempat ramai dan viral di media sosial persoalan bantuan sosial (bansos) yang dipotong segelintir pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga jumlah bansos yang disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tak sesuai dengan kebiakan Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp600 ribu.
Menyilapi hal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis kasus pemotongan uang bansos yang dilakukan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ini sudah lama terjadi. Ia membeberkan, ini menjadi kebiasaan buruk masyarakat dalam memberikan ucapan terimas kasih karena telah dibantu.
"Memang lingkarannya yaitu pendamping PKH, Lurah/Kepala Desa bahkan sampai RT/RW karena seperti uang balas budi, sepertinya para penerima bansos itu bisa menerima bansos karena jasa-jasa mereka itu," kata John Kenedy, Minggu (1/8/2021).
John Kenedy menyarankan agar penyaluran uang bansos dilaksanakan melalui rekening penerima bansos. Nantinya, pihak Kemensos akan bekerjasama dengan beberapa bank yang ada hingga ke tingkat desa.
Selain itu, beberapa bank tersebut juga harus mau membantu masyarakat untuk menerangkan cara membuka rekening untuk penerima bansos.
"Namun kalau sudah melalui rekening, insyaallah bisa diminimalisir pemotongan-pemotongan itu," ujarnya.