Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Legislator Golkar Robert Kardinal Beri Pendapat soal Penyelenggaraan PON XX Papua
  Nyoman Suardhika   09 Agustus 2021
Credit /Photo : Sorong Raya

Kabargolkar.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang rencananya digelar 2 hingga 15 Oktober 2021 mendapat pertentangan dari Anggota Komisi X DPR RI Robert Joppy Kardinal.

Ia menyatakan, pemerintah baiknya menunda penyelenggaran PON XX Papua lantaran khawatir dengan penularan COVID-19 yang hingga kini masih belum mereda.

‘’Tidak ada jaminan pandemi virus corona akan berhenti pada Oktober mendatang, karenanya  saya mengusulkan agar ditunda. Lebih baik dananya digunakan untuk membangun rumah sakit dan pemenuhan fasilitas kesehatan untuk masyarakat di Papua daripada dipakai untuk kegiatan yang malah membawa bencana,’’ ujar Robert Kardinal kepada wartawan, Minggu (8/8/2021).

Bendahara Umum DEPINAS SOKSI ini cemas penyelenggaraan PON XX akan lahirkan klaster baru COVID-19 karena digelar di masa pandemi. Kalau itu terjadi, maka ini kontradiksi dengan upaya pemerintah mencegah penularan COVID-19 melalui kebijakan PPKM Level 4.

‘’Saya kira pemerintah harus konsisten. Jangan sampai hasil baik yang dicapai melalui kebijakan PPKM, dibuyarkan oleh penyelenggaraan PON XX di Papua. Ekonomi nggak bisa bangkit gara-gara PON juga. Kan sayang. Makanya, tunda sajalah. Lagian, event olahraga itu juga nggak bisa jadi sarana hiburan bagi masyarakat, karena nggak boleh nonton,’’ tegasnya.

Satu hal lagi yang membuat Robert Kardinal sedih dengan penyelenggaraan PON XX di Papua, yakni  900 tenaga pelaksana berikut fasilitasnya didatangkan dari luar Papua. Ini sangat ironis. Masyarakat Papua hanya jadi penonton. Ini jelas akan menimbulkan kemarahan dan kekecewaan warga Papua yang mestinya sebagai tuan rumah yang menyelenggarakan even olahraga tersebut.

‘’Jadi dari segi manfaat PON XX di Papua ini merugikan. Ini kontradiksi. Penyelenggaraan PON XX yang tujuannya untuk mempererat persatuan bangsa, tapi malah jadi petaka karena persaudaraan dan persatuan sesama anak bangsa jadi renggang, terbelah. Warga Papua juga tak diuntungkan, karena hanya jadi penonton,’’ ujar legislator Partai Golkar ini.

Seperti diketahui, Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan pesta olahraga nasional terbesar di Indonesia yang diselenggarakan empat tahun sekali dan diikuti oleh seluruh provinsi di Tanah Air. Penyelenggaraan PON berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ketua PB PON Papua Yunus Wonda menyebut tantangan besar bagi pihaknya adalah pengelolaan semua venue secara berkala dan berkelanjutan setelah PON XX Papua 2021 usai. PON XX Papua 2021 akan berlangsung mulai 2 hingga 15 Oktober 2021. Ia menegaskan, jangan sampai seluruh venue yang dibangun dengan anggaran besar hanya akan menjadi cerita.

“Setelah dipakai, tidak berguna lagi,” kata Yunus Wonda dalam keterangan resminya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.